[42] You Are A Real Star For Me

68 8 0
                                        

Biar semangat bacanya

Biar semangat bacanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

...

Setelah mengantar Bella pulang, Mentari membawa mobilnya menuju suatu tempat. Mentari tentu hafal jalanan ini karena cukup sering ia lewat sini. Setelah sampai didepan gerbang yang menjulang tinggi tak lama gerbang di buka oleh pria paruh baya yang memakai seragam satpam.

Mentari membawa mobilnya masuk setelah mengucapkan terima kasih. Setelah ia memarkirkan mobilnya di tempatnya. Mentari menghirup udara banyak-banyak, entahlah ia merasa sangat gugup saat ini.
Dengan yakin Mentari turun dari mobil dan memencet bel pintu utama.

Tak lama pintu terbuka menampilkan seorang wanita yang jauh lebih tua darinya yang mengenakan seragam. Salah satu pekerja di rumah ini.

"Silahkan masuk, Non," ucap wanita itu mempersilahkan Mentari masuk. Mentari pun mengangguk dan mengikuti langkah kaki si pekerja yang membawanya ke ruang tamu.

"Non temannya Den Bintang kan?" Mentari mengangguk.

"Bintang nya ada, Bu? Bisa tolong panggilin?"

"Beberapa hari ini Den Bintang jarang ada di rumah, pagi sekali dia pergi dan pulang larut malam," penjelasan dari pekerja di rumah Bintang cukup membuat Mentari bingung.

"Ibu tau Bintang pergi kemana?" tanya Mentari lagi.

"Ibu kurang tau, Non. Kayanya Den Bintang ada urusan yang penting banget, pakaian dia juga formal."

Mentari mengangguk mendengar penjelasan dari pekerja di rumah Bintang. Dia memutuskan untuk pulang dengan perasaan kecewa karena apa yang ia cari tidak ia temukan. Entah apa yang terjadi dengan Bintang. Cowok itu sangat tertutup dengannya, seakan Mentari tidak berarti untuknya dan menganggap Mentari seperti orang asing.

Mentari sampai di rumahnya. Ia dapat melihat Oma nya yang tengah menyiram tanaman di halaman rumahnya.

"Kenapa Oma yang siramin?" tanya Mentari yang sudah turun dari mobilnya.

"Gak papa. Oma cuma BT aja gak ngapa-ngapain, kamu juga pergi-pergian mulu,"

"Kiran habis pamit sama teman-teman, Oma," jawab Mentari yang dibalas anggukan Oma.

"Kiran masuk dulu ya, Oma,"

"Kamu udah packing barang-barang yang mau kamu bawa besok?" Mentari menghentikan langkah kakinya kemudian mengangguk.

"Besok kita berangkat jam sepuluh, malam ini kamu jangan bergadang, ya," pesan Oma yang dibalas anggukan kepala Mentari.

...

Pukul 21.45

Mentari tengah duduk di jendela kamarnya. Menikmati kesunyian malam ditemani sinar bulan dan bintang yang seolah berada tak jauh darinya.

ASTROPHILECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang