--Happy Reading--
Hari ini, hari pertama Ujian Akhir Semester. Murid-murid pandai terlihat tenang karena mereka sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Sedangkan murid-murid pemalas? Mereka juga terlihat santay, tak peduli jika bisa atau tidak menjawab soal-soal nanti.
Mentari tengah berjalan dikoridor sendiri. Wajahnya tidak terlihat ceria seperti biasa. Ada perasaan yang mengganjal dihatinya. Tentang Bintang, cowok itu tidak merasa bersalah karena membatalkan rencananya minta maaf-pun tidak. Apa ucapan Bintang saat itu hanya main-main saja? Tidak tahukah Bintang hal itu sangat menyakitkan bagi Mentari.
"Mentari,"
Mentari terkejut ketika seseorang sudah berada disampingnya yang lebih mengejutkan lagi orang itu adalah, Bintang.
Mentari hanya menoleh sesaat kemudian meluruskan pandangan kembali, berusaha cuek dengan cowok yang ada disampingnya ini.
"Mana Tar?"
Mentari mengernyit tidak mengerti dengan pertanyaan Bintang, "Apanya?"
"Sarapan buat gue." jawab Bintang.
Mentari sedang tidak mood memberi Bintang sarapan seperti biasanya. Jadi ia tidak membeli tadi.
"Gak sempet beli." jawab Mentari cuek.
"Oh," Bintang hanya membalas singkat. Membuat Mentari kesal, apakah Bintang tidak peka kalau dirinya sedang kesal?
Mentari berjalan cepat mendahului Bintang, membuat Bintang mengernyit bingung dengan sikap Mentari hari ini yang cuek tidak seperti biasanya.
🌞
Brak.
Dengan kesal Mentari membanting tas nya diatas meja membuat Bella yang sedang membaca buku terperanjat kaget.
"Eh copot-copot." latah Bella "Pea beut lu, gak tau orang lagi serius apa?" ujarnya kesal.
"Au ah kesel gue." gerutu Mentari membuat Bella menatapnya bingung datang-datang wajahnya sudah ditekuk.
"Kenapa si? Muka lo ditekuk gitu?" tanya Bella.
"Tadi gue ketemu Bintang dikoridor."
"Terus? Tumben amat cemberut abis ketemu bebeb," sindir Bella membuat Mentari tambah kesal dibuatnya.
"Bintang gak peka kalau gue lagi kesel." dumelnya.
"Sejak kapan dia peka sama lo?"
"Bell..."
"Bercanda Tar. Gue tau kok Bintang udah mau buka hati buat lo."
Mentari berdecak, "Hari sabtu dia ngajak gue keluar tapi dia boong gak jemput gue. Dan sampai sekarang pun gak ada rasa bersalah gitu karena batalin janji, minta maaf aja enggak. Gimana gak mau kesel coba gue?" ujar Mentari menjelaskan permasalahannya.
"Mungkin dia lupa."
"Tua belom udah pikun aja." gerutunya.
"Woy Mentari!"
Mentari menatap Dadang yang memanggilnya.
"Apaan?" sahutnya sewot.
"Noh ada bebep lu didepan."
KAMU SEDANG MEMBACA
ASTROPHILE
FanfictionIni tentang Mentari yang mencoba menggapai sang Bintang. Akankah Ia berhasil meraih sang Bintang ? Ataukah ia menyerah dan memilih menatap Bintang dari kejauhan? ... "Kamu terlalu jauh tuk ku gapai." "Kamu, bintang yang nyata untukku." ... RANK 🏆 1...
