#MEGANTARASERIES 1 👑
Jika semua laki-laki mengatakan bahwa seorang ibu adalah cinta pertamanya, maka hal itu tidak berlaku bagi seorang Axelino Dylan Megantara.
Karena jika ditanya hal apa yang paling Axel benci, ia akan menjawab tanpa ragu bahwa i...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah cukup dia merasakan luka yang teramat mendalam di masalalunya. Jangan sampai ketika ia dewasa, ia tak kunjung merasakan kebahagiaan di sisa hidupnya.
🍀🍀🍀
Axel keluar dari ruang guru. Dia baru saja menyelesaikan ulangan susulan fisika, karena tadi pagi cowok itu lebih memilih menemani Zia di UKS. Di tambah kepala Axel juga masih sedikit pusing karena Axel harus terbangun di tengah malam dan tidak tertidur lagi.
Axel tidak pernah menyangka bahwa traumanya di masa lalu akan terus menghantuinya sampai ke mimpi, dimana hal itu membuat Axel kembali teringat sebuah penyiksaan yang Diandra lakukan padanya di kamar belakang.
Entah setan apa yang merasuki Diandra kala itu, namun yang jelas, jika tidak ada Reygan yang datang untuk menolong, mungkin Axel sudah terbujur kaku saat itu juga.
Maka dari itu, Axel selalu menganggap bahwa Reygan adalah sosok pahlawan di hidup Axel.
"Baru selesai?"
Axel refleks menoleh ke kiri, dimana ia mendapatkan Zia yang tengah berdiri sembari tersenyum padanya. Tidak ada alasan bagi Axel untuk tidak ikut tersenyum ketika melihat Zia tengah tersenyum.
Axel hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ya udah, ayo pulang," ajak Zia.
Axel tak banyak membantah, ia menuruti ajakan Zia dan keduanya kini tengah berjalan menuju parkiran.
Jangan tanya ke mana para kampret-kampretnya yang sekarang sudah tepar di rumah mereka masing-masing.
Kurang ajar memang!
Axel di tinggal seorang diri. Ya walaupun Axel tidak mempermasalahkan hal itu, tapi setidaknya mereka harusnya peka akan situasi. Katanya temen, kok biarin temennya berjuang sendiri.
"Lo ngapain masih di sini?" tanya Axel ketika keduanya tengah menuruni tangga.
"Lo lupa apa yang gue bilang tadi waktu di UKS?"
"Emang lo bilang apa?" Jujur Axel lupa, pasalnya saat keduanya di UKS tadi banyak sekali hal yang keduanya bahas.
Bahkan hari ini Axel lebih banyak berbicara dan tersenyum. Itu semua karena gadis cantik di sampingnya ini.
"Kan gue udah bilang pulangnya bareng, gue mau kembaliin jaket lo yang masih ada di mobil gue." Zia gemas sendiri.