#MEGANTARASERIES 1 👑
Jika semua laki-laki mengatakan bahwa seorang ibu adalah cinta pertamanya, maka hal itu tidak berlaku bagi seorang Axelino Dylan Megantara.
Karena jika ditanya hal apa yang paling Axel benci, ia akan menjawab tanpa ragu bahwa i...
Selamat malam Minggu untuk kita semua kaum rebahan 💃🏻
Happy reading yaaaaa!!
DON'T FORGET TO VOTE AND COMMENT!!
YANG CUMA JADI SILENT READERS BAKU HANTAM AJA LAH KITA!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia bisa melihatnya, tanpa bantuan indra keenam.
— Caramel Grizelda Ryiszard
🍀🍀🍀
Mobil Porsche berwarna hitam legam milik Arga terparkir apik di sebelah mobil BMW putih milik Axel. Cowok itu keluar dari pintu pengemudi, masih dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya yang bangir.
Axel bersama dengan Zia yang kebetulan baru keluar dari mobil dan akan menuju kelas pun lantas mengurungkan niatnya. Axel melihat Arga dari atas sampai bawah, memastikan laki-laki itu tengah mengigau atau tidak.
Pasalnya, tidak biasanya Arga berangkat sekolah menggunakan mobil. Dia bilang, lebih nyaman menggunakan motor dari pada mobil, dan hari ini adalah hari pertama pemuda bermarga Bagaskara membawa si hitam ke sekolah.
"Gue colok mata lo kalo masih liatin gue kayak gitu," ancam Arga.
"Gak jelas lo," balas Axel dengan raut datar andalannya.
Arga tak mengindahkan kehadiran Axel, ia langsung berjalan memutari mobil dan berhenti tepat di pintu penumpang.
Arga membukakan pintu untuk seorang gadis yang hari ini adalah hari pertamanya sekolah di SMA MANDALA. Gadis cantik berdarah Eropa itu kini menjadi pusat perhatian seluruh siswa karena parasnya yang begitu cantik bak Barbie yang ada di kartun-kartun.
"Cantik banget!"
"Astaga itu siapanya Arga?"
"Jangan bilang ceweknya!!"
"Makkk kulitnya bening bener!"
"Gue cewek aja sampe terpesona sama kecantikannya!"
"SERIUS NANYA, ITU SIAPANYA ARGA WOY!"
Disaat semua orang heboh akan kecantikan gadis itu, Axel bahkan tidak peduli akan kehadirannya. Axel menggapai tangan Zia dan membawa gadis itu menjauh dari keramaian.
Zia hanya menurut, dan membuntuti Axel dari belakang. Tak kalah heboh, beberapa siswi juga meneriaki Axel yang terang-terangan menggandeng tangan Zia di depan umum. Hal itu semakin membuat mereka yakin bahwa keduanya memang tengah menjalin hubungan.
"Yang tadi siapanya Arga?" tanya Zia saat ia sudah di dalam kelas yang masih sepi.
Ya sepi, karena kebanyakan dari mereka berlomba-lomba untuk melihat gadis cantik yang datang bersama Arga tadi.