#MEGANTARASERIES 1 👑
Jika semua laki-laki mengatakan bahwa seorang ibu adalah cinta pertamanya, maka hal itu tidak berlaku bagi seorang Axelino Dylan Megantara.
Karena jika ditanya hal apa yang paling Axel benci, ia akan menjawab tanpa ragu bahwa i...
Haiii kembali lagi dengan aku dan para anak-anakku yang paling menggemaskan!!
Selamat malam Minggu buat kaum rebahan yang setia menunggu author update-an.
Update jam segini ada yang baca gak yah?
Happy reading!!
Jangan lupa vote sama komen yaaa guyss!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pindah ke lain hati bukanlah suatu kesalahan. Melainkan, suatu hal yang sangat wajar bagi manusia yang memiliki perasaan.
🍀🍀🍀
Zia keluar dari kelas bersama Flora dan Caramel. Di depan kelas sudah ada lima bodyguard yang sedari tadi setia menunggu ketiga tuan putrinya. Siapa lagi jika bukan personil bujang tampan.
"Gitar siapa?" tanya Axel pada Zia.
Gadis itu kini tengah membawa gitar berwarna hitam yang tadi sempat ia pinjam ke kakak kelasnya untuk praktek musikalisasi puisi.
"Punya kak Ferdian. Ini mau aku kembaliin ke kelasnya," balas Zia.
"Mau aku anter?" Axel menawarkan diri.
Belum sempat Zia menjawab, seorang laki-laki datang dengan senyum yang terpancar di parasnya.
"Nan," panggilnya.
"Eh, kak Ferdian. Mau ngambil gitar, ya? Baru aja mau gue kembaliin ke kelas," kata Zia. "Ini kak, makasih banyak ya, kak," sambungnya.
"Sama-sama. Kalo butuh gitar tinggal ke kelas aja, gue always bawa, kok," ujar Ferdian ramah.
"Iya kak, siap." Zia membalas senyuman Ferdian tak kalah ramah.
Hal itu membuat Axel mendengus akan interaksi keduanya. Sial! Axel tak suka melihat Zia harus tersenyum seperti itu pada laki-laki lain!
"Ya udah, kalo gitu gue duluan ya," pamit Ferdian pada Zia dan yang lainnya, kemudian kakak kelasnya itu melenggang pergi bersama satu temannya yang setia menemani.
"Ekhem, ada yang cembokur, nih," sindir Morgan tepat di telinga Axel saat raga Ferdian sudah menghilang dari pandangan mereka semua.
"Jiahhh, yang udah official. Mana ngomongnya udah pake aku-kamu lagi. Berasa hak paten bener!" timpal Dikara.
Axel tak mengindahkan cibiran Morgan dan Dikara. Kedua mahluk itu emang paling jago jika sudah menggoda ataupun menjatuhkan harga dirinya.
Maka Axel sudah tidak heran. Anggap saja keduanya itu kaleng rombeng.
"Iri lo gak bisa uwu kek gitu?" tanya Keano. "Kalo iri itu saingin, bukan ngejatohin," ujar Keano kembali.
"Siapa yang iri, anying? Aing udah punya neng Bunga. Bisa gue juga meng-uwu kayak mereka." Dikara melirik sinis pada Axel dan Zia, lalu kembali menoleh pada Flora.