#MEGANTARASERIES 1 👑
Jika semua laki-laki mengatakan bahwa seorang ibu adalah cinta pertamanya, maka hal itu tidak berlaku bagi seorang Axelino Dylan Megantara.
Karena jika ditanya hal apa yang paling Axel benci, ia akan menjawab tanpa ragu bahwa i...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia lemah tak berdaya, tak sekuat yang orang lain kira. Bahkan, dia jauh dari kata sempurna.
🍀🍀🍀
Dengan sekuat tenaga bocah laki-laki berusia tujuh tahun itu memecahkan kaca menggunakan balok berukuran sedang. Reygan kecil yang sangat nakal berhasil memecahkan kaca besar di kediaman keluarga Megantara.
Bukan tanpa alasan Reygan melakukan hal tersebut. Bocah laki-laki yang masih menggunakan baju merah putih yang sudah tidak rapih lagi, juga dengan dasi sekolah yang ia ikat di kepala. Sangat terkesan seperti preman sekolah.
Niat awal Reygan berkunjung ke kediaman keluarga Megantara untuk mengajak Axel main mobil-mobilan di rumahnya.
Namun, ketika Reygan datang ia tidak menemukan siapa-siapa dan keadaan rumah sangat kacau seperti kapal pecah.
Ada maling kah? Batin Reygan.
Saat Reygan akan melangkahkan kakinya menuju kamar Axel yang ada di lantai atas, pergerakan kaki mungilnya terhenti ketika mendengar suara bentakan dari belakang.
Reygan mengurungkan niat awalnya untuk menghampiri Axel. Reygan pun mendekat ke arah suara itu berada. Semakin Reygan mengambil langkah, semakin terdengar suara bentakan dan tangis anak kecil yang Reygan tahu bahwa tangisan itu adalah tangisan sahabatnya. Axelino.
Reygan semakin mendekat dan suara tangisan Axel semakin terdengar jelas. Ditambah Axel meraung-raung meminta ampunan. Entah apa yang terjadi pada Axel, namun hati Reygan berkata agar bocah itu mengambil tindakan.
Reygan terdiam memikirkan sesuatu. Hingga akhirnya otak kecil nan cerdik milik Reygan menemukan suatu ide cemerlang.
Reygan langsung berlari ke taman belakang rumah Axel. Bocah itu menemukan sebuah balok dengan ukuran sedang dan perlahan berjalan mendekat pada kaca besar yang di dalamnya terdengar suara tangisan Axel.
Reygan yakin ini adalah ruangannya!
Mata Reygan seketika membulat sempurna kala kaca besar itu berhasil ia pecahkan.
"Wah kelen! Egan belbakat jadi maling!" seru Reygan memekik kegirangan.
Detik berikutnya Reygan teringat tujuan utamanya. Bocah itu menganga tak percaya, karena dia salah ruangan. Ini adalah ruangan kerja Arsenio! Dan Reygan merusaknya.