#MEGANTARASERIES 1 👑
Jika semua laki-laki mengatakan bahwa seorang ibu adalah cinta pertamanya, maka hal itu tidak berlaku bagi seorang Axelino Dylan Megantara.
Karena jika ditanya hal apa yang paling Axel benci, ia akan menjawab tanpa ragu bahwa i...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Udah lama gak ngetik di lapak iniii. Semoga bisa jadi obat untuk rindu yang selama ini terpendam yaaa 🫶🏻🫶🏻🫶🏻
Happy Reading!
• • •
"PAPAAAAAAAA!"
BRAKK!!!
Sebuah mobil sport kecil berwarna hitam metalik menghantam keras meja kerja sang papa, bahkan sang pemilik tengah sibuk dengan layar laptop di hadapannya. Kepala pria dewasa bermata minimalis itu bergerak, menoleh pada mahluk imut yang tengah duduk di dalam mobil dengan mata bulat yang menatapnya penuh intimidasi.
"Apa?" tanyanya dengan suara rendah.
"Udda mayem! Ceppat boboo!" titahnya seraya berusaha keluar dari mobil dengan susah payah.
"Iya sebentar lagi, Baby." Axel memperhatikan gerak-gerik Reygan yang tengah kesusahan, kakinya sempat tersangkut pintu mobil mainannya sehingga sendal yang ia pakai terlepas. Axel hanya menggeleng samar akan kelakuan putranya itu.
"Kamu kenapa belum tidur?" tanya Axel, ia menoleh pada jam kecil yang terdapat di meja kerjanya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, namun mahluk mungil itu masih berkeliaran di dalam rumah menggunakan mobil sport hadiah ulang tahun yang ia belikan tiga bulan lalu.
"Aish, Papa nyebeyinn! Cuccah anett diculuh bobo nna!" Reygan melipat kedua tangannya di depan dada. Bocah itu melirik tak minat pada tumpukan berkas yang membuat papanya terlalu sibuk di ruangan besar ini.
"Papa yebih cayyang cama keltas jeyek itu, dali pada camma Ley! Huuuuuu!" Reygan bersorak sembari membuang muka, ia sangat kesal pada papanya yang sangat gila kerja.
"Papa udda ndak cayyang Ley aggy! Nyebeyin!" celetuk Reygan kembali.
Sebelah alis tebal Axel terangkat, pria itu kembali mengalihkan seluruh atensinya pada Reygan kecil yang saat ini benar-benar terlihat kesal. Axel pun beranjak dari tempatnya kemudian berjalan mendekat pada Reygan. Tangannya terulur, mengelus lembut surai milik Reygan dengan sayang.