#MEGANTARASERIES 1 👑
Jika semua laki-laki mengatakan bahwa seorang ibu adalah cinta pertamanya, maka hal itu tidak berlaku bagi seorang Axelino Dylan Megantara.
Karena jika ditanya hal apa yang paling Axel benci, ia akan menjawab tanpa ragu bahwa i...
Kemarin kena writer's block dan bingung harus gimana.
Sorry ya udah bikin kalian nunggu.
Happy reading!!
Vote dulu sebelum baca!!
Jangan lupa komen di setiap paragraf!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pedulinya orang cuek itu perlu diwaspadai.
🍀🍀🍀
SMA MANDALA di hebohkan dengan gosip Axel dan Zia yang berpacaran. Itu semua gara-gara beberapa siswa yang ada di ruang musik diam-diam mendengar perbincangan keduanya.
Bahkan ada yang sampai rela-rela memvideokan kedekatan antar keduanya. Siswa yang membocorkan isu Axel dan Zia berpacaran adalah dia yang mempunyai bukti ketika Axel mengatakan bahwa Zia adalah ceweknya.
Belum lagi sikap manis Axel yang langsung merangkul Zia dari belakang saat cowok itu baru saja datang menghampiri Zia.
Hal itu sontak membuat mereka memekik kegirangan. Ada rasa kecewa sebenarnya, tapi jika dilihat-lihat Axel dan Zia memang sangat terlihat cocok jika sudah disandingkan.
"Ini Axel beneran pacaran sama Nanzia?"
"Eh baru pacaran? Gue pikir udah dari lama."
"Gak heran sih kalau Axel sama Zia, soalnya denger-denger dari beberapa guru Zia juga anak pinter."
"Kriteria Axel kayaknya cewek-cewek pinter yang sepadan sama dia deh."
"Gue jadi kasian sama Audrey, berjuang dari kelas 10 buat dapetin Axel, eh yang dapetin hatinya Axel anak pindahan kemarin sore."
"Yang Axel cari itu bukan sekedar tampang, tapi otak juga. Jadi wajar kalau dia gak pernah ngelirik Audrey."
"Axel itu definisi cowok sempurna, dan Zia pelengkapnya."
"Gue awalnya gak suka sih sama ceweknya, soalnya kayak caper gitu, mukanya juga keliatan jutek."
"Iya, apalagi waktu hari pertama dia masuk sekolah dia langsung deketin Flora."
"Padahal Zia murah senyum, ramah juga anaknya."
Zia dan Flora saling pandang ketika tiga gadis yang sedang berjalan di depannya itu kini dengan terang-terangan tengah membicarakan keduanya.
Ah, lebih tepatnya Zia yang menjadi topik utama mereka berghibah. Bohong jika Zia tidak merasa risih, gadis itu sedari tadi terus berdecak dan memutar bola matanya malas. Ingin rasanya Zia merobek mulut-mulut mereka yang berani bergosip ria tentang dirinya.
Berbeda dengan Axel yang terlihat begitu santai. Ia tak peduli orang lain membicarakannya dengan berbagai macam gosip yang hanya bisa membuat telinganya panas.