43 - AMANAT DARI REYGAN

29.3K 3K 491
                                        

KU TUNGGU KOMEN SETIAP PARAGRAF NYA YAAA!!!

Happy reading!!

Don't forget to vote and comment, love!

Kita adalah sepasang tanya yang membutuhkan jawab

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kita adalah sepasang tanya yang membutuhkan jawab.

🍀🍀🍀

Pagi ini Axel terbangun karena tadi mendapat pesan dari Zia yang mengatakan pada Axel untuk tidak menjemput, karena tadi pagi-pagi sekali gadis itu di jemput oleh om dan tantenya.

Axel yang sudah siap dengan seragam yang sudah melekat apik di tubuhnya kini beranjak menuju rak sepatu dan memakai sepatu.

Setelah selesai semuanya Axel kembali menghadap ke cermin besar yang ada di samping meja belajar, cowok itu berkali-kali menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Berniat untuk memulai hari baru dengan keluarganya.

Semalam setelah mengantarkan Zia, Axel pulang ke rumah cukup larut malam karena saat mengantar Zia Axel tak hanya mengantar namun singgah dan ikut tiduran untuk satu jam ia habiskan dengan Zia.

Rasanya tidak pernah bosan jika sudah bersama dengan Zia, dan Axel selalu lupa waktu untuk pulang. Axel selalu mendapat kenyamanan jika sudah berdua dengan gadis cantik itu.

Dan Axel belum sempat kembali berbincang dengan Arsenio. Niatnya setelah mengantarkan Zia, Axel ingin berbicara dengan Diandra, namun karena pulang hampir jam 12 dan Arsenio juga Diandra sudah masuk ke dalam kamar jadi Axel mengurungkan niatnya.

Axel memutuskan saat pagi saja Axel memulai semuanya.

Axel mengangguk mantap lalu memutuskan keluar dari kamar. Tak lupa ia menyambar ponsel, dompet, juga kunci mobil.

Hari ini Axel akan memakai mobil karena Axel tahu Zia tidak membawa helm saat berangkat tadi. Jadi Axel memutuskan untuk membawa si putih beroda empat ke sekolah.

Axel keluar dari kamar dan menuruni tangga. Cowok itu celingak-celinguk mencari keberadaan Arsenio dan Diandra. Dimana kah sepasang suami istri itu berada pagi ini?

Setibanya di anak tangga terakhir, ponsel Axel berbunyi.

Ziaa is calling...

Senyum pemuda bermata sipit itu langsung tercetak manis. Tak membuang waktu, Axel langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Halo."

"Halo, kenapa?" tanya sang dara si seberang sana.

"Kenapa apanya?"

"Tadi nelpon."

"Gapapa, cuma mau nanya aja udah di sekolah apa belum. Tadi gue baru bangun soalnya." Axel memberi tahu walaupun Zia tak bertanya.

"Udah kok, lo masih di rumah?"

"Iya, baru selesai. Mau sarapan dulu."

"Ya udah, sarapan dulu sana," titah Zia.

AXELINO [ END ✓ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang