Chapter 64

197 43 15
                                        

Setelah berkali kali meminta untuk pulang bertemu Mamanya, akhirnya Chuuya mengalah dan memilih mengantarkan Hanae pulang ke rumahnya walau pun ia masih ingin bersama dengan Hanae

Sepanjang perjalanan pria berambut berwarna sewarna senja itu hanya diam membisu, fikirannya terus melayang ke mana mana

"Apakah dia mau menerimaku ?" Batin Chuuya.

Pria itu sekilas menarap buket bunga dan kue kesukaan mu yg ia bawa.

FLASHBACK

"Chuuya lihat kuenya cantik sekali, sepertinya lezat." Ucapmu menujuk kue yg kau lihat di toko kue.

Sejenak Chuuya menatap kue itu sebelum ia mengalihkan pandangannya menatapmu wajahnya begitu penuh harap.

Tangan pria itu menepuk halus kepalamu.
"Kau ini seperti anak kucing." Komentar Chuuya.

"Tapi keliahatannya lezat " Sahutmu.

"Maaf (Name) ak tak memiliki sspeser uang pun. Pagi ini ak tidak sarapan dan hanya meminum air." Jawab Chuuya.

Mendengar penuturannya membuat hatimu tersentuh. 
Kau memeluknya dan mengatakan permintaan maaf padanya.

END FLASHBACK

"Sekarang setelah ak memiliki segalanya namun ak merasa tak memiliki apa apa." Batin Chuuya.

"Chuuya Sama kita sudah tiba." Ucap Mia.

"Ah terimakasih, kau tunggulah di sini Mia." Pesan Chuuya sebelum msninggalkan mobil.

"MAMA ....." Teiak Hanae walau ia belum tiba di depan pintu apartemen mamanya.

Chuuya hanya mengekori gadis kecil yg berlari menuju rumahnya.

"Apa yg harus ku lakukan?" Batin Chuuya.

"Ku yakin kau pasti tak ingin bertemu denganku." Batinnya pesimis.

Tak sadar ptia itu sudah berada di depan pintu apartement mu. Membantu Hanae menekan bel apartement.
Terdengar seseorang menyahut dan hendak membuka pintu.

"Iya ak datang." Ucapmu seraya membuka pintu.

Iris (E/C) milikmu bertemu dengan iris safir milik Chuuya. Kalian sempat bersitatap beberapa detik sebelum Hanae menyadarkan mu.

"Mama aku pulang." Ucapnya sambil menggapai rok yg kau kenakan menariknya beberapa kali.

"Selamat datang kembali, Hanae Chan." Jawabmu.

Kau menuntun gadis kecil itu masuk ke apartemen mengabaikan Chuuya yg masi terdiam menatapmu yg berjalan masuk dan hendak menutup pintu, sebelum kau menutup pintu tangannya menggapai pergelangan tanganmu.

"(Name)." Panggilnya.

"Cih.." Kau melerai paksa genggaman tangannya pada pergelanganmu menatap penuh kemarahan padanya.

"Pergilah." Usirmu ddngan nada yg dalam.

"Kita harus bicara (Name)." Ucapnya.

"KU BILANG, PERGILAH!" Bentak mu.

"(Name) ku mohon, beri aku kesempatan 1 kali ini saja." Pinta Chuuya.

Tanpa menjawab sepatah katapun, kau membanting pintu tepat di mukanya.

"Mama, di mana Papa ?" Tanya Hanae. Kau hanya diam.

"Mama, di mana papa ?" Tanya Hanae sekali lagi.

"Mama di-"

PLAK

Tanpa sadar tangan mu menampar pipi dari putrimu sendiri.

"DIA BUKAN PAPA MU!!! PAPA MU SUDAH MATI!" Teriakmu.

Hanae hanya bisa msnangis saat mendapat perlakuan kasar dari ibunya sendiri. Apa yg di lakukan mu tentu membuat Chuuya berlari masuk ke apartemenmu.

Pria itu telah melihat bahwa (Name) yg begitu tertekan bahkan masih memarahi Hanae, sedangkan gadis kecil itu masi terus menangis mendengar omelan dari ibunya sendiri bahkan bekas merah di kedua pipinya.

Chuuya segera meraih Hanae, memeluknya dan mencoba untuk menenangkannya.

"(Namw) kau boleh membenci ku, tapi tolong jangan sakiti dia. Dia tidak mengerti apa apa." Ucap Chuuya.

"DAN KAU TAK PERNAH MSNGERTI AKU!" Bentakmu.

"PERGI!" Teriakmu padanya dan menyeret Hanae masuk ke kamarnya meski gadis itu meronta dan meminta untuk di lepaskan.

"Kau jadi seperti ini karena aku (Name)." Batin Chuuya.

.
.
.
.
.
.
.
TBC

Trying To Accept You | Nakahara Chuuya X ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang