Di RS...
Setelah dokter memeriksa keadaan Lyra, dia kemudian mulai melemparkan beberapa pertanyaan
"Apakah akhir-akhir ini ibu sering pusing, kelelahan, atau bahkan merasakan kram dan sedikit ada bercak darah di miss V ibu?"
"Iya dok akhir-akhir ini badan saya tidak bisa di ajak kompromi, apa penyakit saya seserius itu ya dok?"
tanya Lyra dengan wajah yang mulai cemas.
"Apa anda suaminya?" tanya dokter itu ke Tama yang berada di sebelah Lyra.
Tama menggeleng sebagai jawaban
"Saya sahabatnya dok, suaminya lagi sibuk". Saut Tama sambil tersenyum datar.
" Jadi begini bu Lyra... Berdasarkan gejala yang ibu tunjukkan saat ini ibu sedang hamil makanya kondisi tubuh ibu seperti itu" Jelas dokter tersebut.
Seketika Lyra dan Tama terkejut mendengar perkataan dokter barusan.
"Dokter gak salah kan? Maksud saya gini dok, belum lama ini saya keguguran dan setelahnya pun saya gak pernah berhubungan intim lagi dok" Jelas Lyra dengan wajah shock nya.
Dokter mengangguk paham dengan kondisi pasien nya ini.
"Karena saya dokter umum, bagaimana kalau ibu langsung ke dokter kandungan sekarang biar bisa di pastikan apakah saya keliru atau tidak" Tawar dokter tersebut yang di balas anggukan paham oleh Lyra dan Tama.
.
.
.
Di ruang dokter kandungan
Dokter sebelumnya sudah menjelaskan semuanya ke pada dokter spesialis kandungan tersebut dan mulailah dia melakukan USG.
"Seperti yang ibu liat di monitor, ibu memang sedang hamil dan itu adalah bayi ibu, kehamilan ibu sudah mulai memasuki usia 4 bulan"
Lyra dan Tama langsung semakin shock mendengar penjelasan barusan.
"Ta...tapi dok saya kan belum lama ini keguguran! " tekan Lyra
Dokter kemudian mengangguk paham sebagai jawaban.
"Jadi begini bu Lyra, sebenarnya ibu bisa dikatakan mengalami Vanishing Twin Syndrome. Itu adalah salah satu hal yang terjadi saat sedang hamil anak kembar yang mana salah satu bayi nya bisa keguguran.
Jadi waktu itu kondisi janin ibu kemungkinan besar sangat lemah makanya saat keguguran dokter tidak bisa mendeteksi kembaran janin ibu tersebut". Jelas dokter tersebut dengan wajah yakinnya.
Lyra reflek langsung memegangi perutnya sayang "ja...jadi benar dok saya sedang hamil? " tanya nya lagi untuk memastikan.
Dokter tersebut mengangguk sebagai jawaban. Seketika air mata Lyra mulai mengalir.
Lyra langsung menatap Tama bahagia kini, Tama yang melihat nya juga langsung ikut bahagia.
"Tapi bu Lyra, kondisi janin ibu masih terbilang lemah juga saat ini" Tegur dokter tersebut yang langsung memecah kebahagiaan mereka.
"Maksudnya gimana dok?"
"Kondisi tubuh ibu sedang tidak stabil, tolong jangan terlalu banyak pikiran atau pun stress karena akan berpengaruh juga ke janin ibu, ibu juga harus banyak makan makanan yang bergizi dan mulai memerhatikan kesehatan ibu dan janin ibu mulai dari sekarang, Sekali-kali putar musik klasik untuk self healing juga".Tegur dokter tersebut karena badan Lyra yang begitu kurus untuk ukuran ibu hamil yang menjelang 4 bulan.
Lyra mengangguk paham sebagai jawaban dan dokter memberikan resep vitamin untuk di tebus.
.
.
.
Di Apartemen Lyra
Saat mereka tiba, Tama langsung sigap membuatkan susu untuk ibu hamil yang mereka beli tadi saat perjalanan pulang.
Tama kemudian menyuguhkan susu tersebut kepada Lyra yang sedang rebahan di sofa karena terlalu lelah seharian ini.
"Thanx Tam" Saut Lyra dan langsung menghabiskan susu tersebut.
"Lyr..." Panggil Tama pelan dan Lyra langsung reflek menatap nya kini.
"Sekarang kamu mau bagaimana kedepannya?" lanjut Tama.
Lyra paham betul apa maksud dari pertanyaan Tama barusan
"Hal ini cukup kita berdua aja yang tahu Tam" Tekan Lyra
"Tapi Ra... Bagaimanapun juga orang tua, mertua dan bahkan ayah dari anak kamu harus tahu hal ini"
"Please Tam cukup..! Aku gak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi seperti dulu, kali ini aku pasti... Pasti bisa jagain anak aku sampai dia lahir di dunia ini.
A..ku... aku gak mau kehilangan lagi seperti kembaran nya waktu itu" Jelas Lyra yang mulai terisak.
Tama kini mulai panik dengan reaksi Lyra barusan, kenapa sahabat nya begitu melow akhir-akhir ini.
"Ok Ra... Ok..! Aku paham jangan nangis lagi yaa... Ingat kata dokter tadi apa?" hibur Tama cepat, Lyra langsung menghapus air matanya dan memegang perutnya sayang lalu mengangguk sebagai jawaban.
Tama mengelus rambut Lyra sayang " Nah gitu dong anak pinter" Ejek Tama sambil terkekeh kecil.
"Oh iya Lyr...! Si Mike kan masi sering datang ke kantor tuh, cepat atau lambat pasti bakal ketahuan juga kan?"
"Hmmm... Iya juga ya Tam, gimana kalau aku dinas keluar kota atau keluar negeri aja ya?"
"Bisa sih diatur, emang rencana menghindar sampai kapan? "
"Kalau bisa sampai kami cerai" Jawab Lyra cepat.
"Heh jainab..! Kamu tuh cerainya masi lama tahu, lagipula nih ya kondisi kandungan kamu itu masi belum baik buat perjalanan dinas apalagi untuk jangka panjang" Omel Tama.
"Tapi kan sisa sebulan lebih lagi aku bakal cerai Tam masa gak bisa sih?" gerutu Lyra dengan wajah yang mulai cemberut.
"Okok kanjeng mami jangan manyun gitu dong" Tama hanya bisa pasrah kini.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wrong Train [End]
RomanceLyra Scarlet adalah seorang wanita karir yang sukses, saking suksesnya dia berfikir kalau dia tidak membutuhkan laki-kaki lagi di hidupnya. Orangtua nya sedikit cemas dengan anak bungsunya itu sampai pada akhirnya mereka setuju menerima menjodohkan...
![The Wrong Train [End]](https://img.wattpad.com/cover/257369983-64-k615174.jpg)