Bab 23

787 38 0
                                        

Tama begitu terkejut melihat ada Aldo di sana saat mencoba menunggu Lyra di ruangannya.

"Lu ngapain di mari Do" Saut Tama

"Iih anjir ngagetin aja lu Tam.!" ucap Aldo yang terkejut dan merasa tertolong dengan kehadiran Tama karena dia jadi tidak sendirian di ruangan itu.
"Gue hari ini nemenin Lyra kerja"

"Hah.? Gak salah denger kan gue?" tanya Tama memastikan pendengarannya tidak salah

"Gue lagi pdkt in..." Belum selesai Aldo bicara Tama sudah menatapnya tajam.

"Maksud lu apaan?!" potong Tama yang langsung duduk di sebelah Aldo

Njiir berasa dejavu tapi bedanya Tama gak se agresif si Mike, batin Aldo

Aldo menghela nafasnya kasar kini, mau tidak mau dia harus jujur karena aura Tama saat ini seperti siap membunuhnya.

"Jadi tuh gue mau pdkt in si Nindi sekretaris nya Lyra gitu loh Tam.! Yakali gue naksir bini sahabat gue" Jelasnya yang membuat  Tama terkekeh kini.

"Seriusan lu naksir Nindi? Kok bisa Do?" tanya Mike tak percaya yang masih terkekeh

"Seriusan lah.! Kalau gak serius gue gak bakal uring-uringan nyari tuh cewe, baru dia yang bisa buat hati gue kek gini"

"Waah poor Aldo... Nindi itu cewek es kalau lu pikir Lyra itu dingin si Nindi gak kalah jauh sifatnya wkwkek" Tama masih terkekeh sedangkan Aldo hanya ingin menabok Tama sekarang juga.

"Gue sih bisa aja bantuin lu deketin Nindi kalau mau" Tawar Tama yang mulai serius

"Gimana Tam caranya?"

"Gangguin aja tiap hari! Tipikal Nindi itu gak beda jauh dari Lyra, mereka bakal merasa kehilangan kalau orang yang sering gangguin dia tiap hari tiba-tiba ngilang gitu... tapi lu harus buat kesan bagus dulu yang belum pernah orang lain lakuin buat mereka"

"Beneran bakal berhasil gak Tam?"

Tama mengangguk sebagai jawaban "orang yang di sukai akan kalah dengan orang yang selalu ada Do!"

"Tapi kalau dia risih gimana dong Tam?"

"Kalau dia risih tinggal tarik ulur aja ntar" Jawab Tama santai dengan melebarkan senyumnya bangga karena telah mencemari kepolosan Aldo dengan ilmu per fuckboy an nya.

Saat mereka sedang asyik mengobrol mengenai tips and trick mendekati wanita, Lyra memasuki ruangannya heran melihat Aldo dan Tama yang begitu akrab.
Sejak kapan mereka seakrab itu?, batin Lyra.

"Duh Ra lama bener meeting nya aku udah laper tau" Saut Tama yang melihat kedatangan Lyra yang kemudian mulai beranjak dari tempat duduknya.

"Yaa maap Tam, btw kalian lagi bahas apaan kok seru banget kelihatannya?" tanya Lyra

"Bukan apa-apa kok, yuk ah makan bareng" Keluh Tama
"Yuk Do makan bareng pasti lu belum makan kan?" sambung Tama dan Aldo mengangguk sebagai jawaban kemudian berjalan ke arah Tama dan Lyra.

Saat mereka akan ke kantin Tama langsung memanggil Nindi untuk join bersama mereka, Nindi sendiri merasa canggung tapi dia tidak bisa menolak permintaan Dirutnya.
Aldo benar-benar berterimakasih karena Tama dan Lyra berada di pihaknya dan dia mulai mengajak Nindi mengobrol selama perjalanan, yaa walau Nindi masih sedingin es tapi Aldo tidak akan pernah menyerah.

                                               *****~*****  

Aldo merengek untuk ikut bersama Lyra malam ini ke party antar perusahaan karena dia yakin Nindi pasti akan hadir juga sebagai sekretaris Lyra. Mike sendiri yang melihatnya benar-benar tidak habis fikir kalau temannya bisa sebucin ini mengejar wanita. Lyra akhirnya pasrah dan menyetujui permintaan Aldo.

"Yaudah siap-siap sana Do, jam 7 malam udah harus di mari" Pinta Lyra yang di balas anggukkan dan senyum sumringah milik Aldo.
.
.
.
Malam ini Aldo sudah siap dengan stelan terbaiknya untuk ikut dengan Lyra nanti, Mike sendiri hanya sibuk bermin game di hp nya.
"Mike lu yakin gak mau ikutan?" tanya Aldo

"Gak" Balas Mike yang masih fokus dengan game nya

Tak lama Lyra muncul dengan gaun coklatnya yang memperlihatkan belahan dada dan punggungnya itu

"Wih gilaa Lyr lu cantik bener malam ini.!" puji Aldo sambil menepuk tangannya, mendengar itu Mike langsung menatap ke arah Lyra

"Aah ini Nindi yang milihin sih jadi gue tinggal pake aja" Balas Lyra yang tersipu malu

"Yakin lu Mike gak mau ikutan? Gue jamin disana bakal banyak yang deketin bini lu" Bisik Aldo ke Mike

"Ganti baju lo sekarang juga!" ucap Mike yang tidak terima melihat Lyra memakai pakaian kurang bahan tersebut.

"Apaan sih! Gak usah ngatur-ngatur ya, suka-suka gue mau make apa dan lu jangan ngelewatin batas mulu" Gerutu Lyra yang tidak suka dengan tingkah Mike yang berubah seperti ini.

Aldo sendiri hanya diam melihat mereka, dia tidak ingin batal untuk bertemu Nindi malam ini di party.

"Serah!" teriak Mike yang langsung meninggalkan mereka keluar dari rumah dan membanting pintu.

Brakkkkk...!!!

"Yaudah yuk Do pergi keburu telat nanti ini" Ajak Lyra yang di balas anggukkan oleh Aldo
.
.
.
Malam ini Aldo benar-benar bahagia bisa melihat Nindi yang menggunakan mini dress nya yang berwarna hijau.

Disisi lain Mike mengungsi ke apart milik Aldo dan mendapati Toni di sana yang sedang memakan mie instan nya.

"Lu bawa makanan gak Mike" Tanya Toni berharap

Mike menggeleng sebagai jawaban, dia saja sedang emosi saat ini karena habis cekcok dengan Lyra jadi mana sempat dia mikir buat beli makanan.

"Yang lain mana?" tanya Mike kini

"Kevin belum balik tapi kalau Evan lu pasti udah bisa tebak dia dimana sekarang" Balas Toni sembari menyantap mie nya

"Evan lagi clubing?" tanya Mike memastikan yang di balas anggukkan oleh Toni.

"Yaudah lah gue nyusulin si Evan kalau gitu"

"Lu lagi banyak pikiran?"

"Iyeee lagi stress gue"

Toni merasa akan ada hal buruk jika dia tidak ikut untuk mengawasi kedua sahabatnya itu "bentar laah gua ikutan tapi abisin mie dulu"

Mike mengiyakan dan menunggu Toni sembari merebahkan dirinya di sofa.

......
Benar dugaan Toni kedua sahabatnya kini sedang mabuk berat malam ini. Toni paling tidak kuat minum makanya dia lebih memilih mengawasi para sahabatnya seperti saat ini. Dia tidak ingin sahabatnya lepas kendali dan melakukan hal aneh atau yang tidak sepantasnya.

"Aaah elah nih dua bocah berat bener njiiir, mana kagak bisa diem pula" Gerutu Toni yang mencoba membawa Evan dan Mike ke mobilnya.
Toni kemudian berfikir untuk membawa Mike terlebih dahulu setelah itu dia akan kembali untuk membawa Evan.

Tetapi saat Toni kembali dengan membawa Evan dia tidak menemukan Mike di mobilnya,
Anjiir kemana lagi tuh bocah, batin Toni.

Dia sudah mencari-cari Mike di club tapi tidak menemukan Mike di manapun, mungkin Mike sudah pulang kerumah duluan pikirnya.

The Wrong Train [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang