•41•

15.3K 2K 133
                                    

Met malming pembaca kesayangan Bee🥰🥰

______________________________________

⚠️⚠️⚠️ Warning!! Mau ngingetin disini ada adegan kekerasan dan pembunuhan😋 jadi bagi yang gak sanggup skip ya.

.

.

Teriakan penuh permohonan ampun itu menggema di ruangan yang biasa kita sebut dengan ruang bawah tanah tempat Serran dan anak buahnya menyiksa dan mengeksekusi tikus tikus pengganggu. kali ini Serran terlibat penuh pada dua sosok laki laki yang di yakini adalah penembak utusan Black Eagle, jika Serran sudah turun tangan maka kesalahan mangsa eksekusi sudah benar benar fatal. karena biasanya Serran tidak ingin mengotori tangannya hanya untuk menghabisi orang orang lemah.

Bak menarik binatang dengan tali Serran menarik pria berkepala plontos dengan tubuh yang sudah penuh akan darah. Pisau panjang di tangan kanannya di genggam erat lalu dengan sekali sentak pisau itu menancap di leher pria itu.

Pria itu tentu saja di sengajakan untuk tetap hidup agar Serran bisa terus mendengar teriakan yang merdu bagi nya. Pisau yang ia tancapkan di leher itu ia cabut tanpa aba aba lalu ia tancapkan di sisi lain tubuh pria itu yakni tangan. Karena tak puas Serran mengambil samurai yang selama ini jarang ia gunakan.

Samurai itu ia ayunkan dan dengan sekali tebasan kedua tangan yang di ikat tadinya itu pun putus hingga menampakkan daging serta tulang pria itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Samurai itu ia ayunkan dan dengan sekali tebasan kedua tangan yang di ikat tadinya itu pun putus hingga menampakkan daging serta tulang pria itu. Pria berkepala pelontos yang malang itu hanya bisa menangis dan berteriak lirih memohon ampun meski sudah di pastikan tak ada ampun baginya yang sudah melukai kesayangan Zifander.

Seringaian penuh nafsu itu terpampang jelas di wajah Serran sehingga jika orang lain melihatnya mungkin akan mati ketakutan saking seramnya.

"Death is waiting for you"ucap Serran dengan suara rendah.

Serran dengan seluruh kebenciannya menusukan samurai itu tepat di ulu hati mangsanya lalu di tarik hingga perut pria itu terbelah tak lupa darah yang mengucur deras bahkan baju Serran yang sejak awal sudah kotor akibat darah kini makin di lumuri darah pria pria utusan Black Eagle. Detik itu juga pria itu tewas mengenaskan dengan mulut yang tak berhenti mengeluarkan darah.

Seakan belum puas Serran menebas habis tubuh yang sudah tak bernyawa itu menjadi potongan potongan tak berbentuk membuat bawahan nya yang sempat memperhatikan menjadi meringis melihatnya.

Jujur saja hasrat membunuhnya masih belum terpuaskan meski tubuhnya kini di lumuri darah dari manusia manusia yang ia eksekusi. Ia ingin membunuh lebih banyak manusia, ia ingin menghabisi semua musuhnya sekarang juga rasanya.

Tiba tiba ponselnya bergetar, terdapat panggilan masuk yang menampilkan ID caller salah satu adik nya. Masih dengan tangan yang penuh darah, Serran mengangkat telepon itu dengan jantung yang berdegup sangat kencang.

𝙁𝙞𝙣𝙙 𝙈𝙚 || 𝙃𝙖𝙞𝙯𝙖𝙡  [ Terbit ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang