"Bunda cuma ngelakuin ini demi kebahagiaan bunda sendiri"
"Kamu bilang apa? Bunda ngelakuin ini demi kebahagiaan bunda sendiri? Apa bunda seperti itu di hati kamu?"
"Mungkin"
"BUNDA NGELAKUIN INI DEMI KAMU!! DEMI MASA DEPAN KAMU! BUNDA GAMAU ANAK...
Kini, keempat sahabat ini tengah menjalankan kegiatan Ujian Tengah Semester. Tidak seperti tahun sebelumnya, jika mereka masih bisa santai, kini mereka diharuskan untuk fokus agar nilai mereka tak menjadi seburuk masa lalu.
Kelas 12 ini, mungkin adalah waktu dimana mempertahankan nilai sangat sulit agar tidak tersalip oleh teman lainnya. Semua berlomba-lomba memperebutkan nilai terbaik agar dapat diterima di Universitas Favorit. Eta yang suka nongkrong bareng Edric pun kini tobat dan mulai memperbaiki nilai nya yang tinggal beberapa waktu di bangku SMA. (Namakamu) juga kembali menggiatkan belajar, dimana sepulang bimbel ia juga belajar hingga larut malam. Tak jarang ia mengalami mimisan akibat terlalu capek. Sepulang sekolah, (Namakamu) juga langsung dijemput oleh sang bunda untuk menuju tempat bimbel.
Malam harinya, saat (Namakamu) belajar untuk UTS besok, tiba-tiba ia kembali merasakan pusing dikepalanya. Ia meremas rambut lebatnya namun rasa sakit itu tak kunjung reda.
Tes
Ia melihat cairan kental yang tak lain adalah darah jatuh tepat di kertas putih miliknya. (Namakamu) segera menggapai tisu dan segera membersihkan darah dari hidungnya itu.
"Kenapa sih jadi sering mimisan gini. Biasanya juga ngga" desisnya
Setelah darah itu bersih, (Namakamu) segera mengambil vitamin yang bunda beli waktu. Selepas vitamin itu masuk ke dalam perut nya, ia mengambil ponsel genggam miliknya terlebih dahulu. Disana ia melihat dua buah pesan dari dua pria yang tak lain adalah Ayres dan Iqbaal.
Kok bisa dapet nomor Iqbaal?
Waktu itu sang bunda memberikan nomor hp (Namakamu) kepada Kayla yang tak lain ibu dari Iqbaal. Sepertinya kedua ibu rumah tangga itu ingin sekali menjodohkan kedua anak mereka itu.
Kak Iqbaal
Selamat malam
Lagi belajar ya?
Semangat ya belajarnya, jangan capek-capek
Semampu kamu aja ya, jangan terlalu memaksakan diri
Malam kak iqbaal
Haha,, makasih kak buat semangatnya
•••
Ayres
(Nam)
Masih belajar?
Iya, kenapa?
Udah hampir jam 12, istirahat dulu
Besok biar fresh
Iya bentar lagi gue tidur
Gudnite ya
Iya, lo juga
Selepas membalas chat kedua pria itu, (Namakamu) segera membereskan buku dan mematikan lampu belajar. Setelahnya, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang favoritnya. Namun sialnya, saat akan memejamkan mata, justru sangat susah. Ia mencoba membuka kembali ponselnya dan membuka isi galeri. (Namakamu) melihat kembali foto bersama keluarganya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.