27. Ayres vs Hanji

320 17 1
                                        

Kini mereka sudah berada di kelas. Keduanya tampak bersikap seperti biasa tanpa ada yang mengumbar kemresaan. Tak lama Eta dan Edric masuk ke dalam kelas yang masih cukup sepi.

"Loh, kok lo udah masuk (Nam)?" tanya Eta

"Emang ngga boleh?" sarkas (Namakamu)

"Ya boleh lah, ihh pokoknya mulai sekarang lo harus gue temenin"

"Dih, gue bukan bocil"

"Gapapa kali"

"Bener apa kata Eta, lo mending jangan sendiri dulu kalau mau keluar, bahaya" saut Edric

"Ehmm,, mumpung masih kita berempat, lo gamau gitu cerita sama kita kejadian kemarin?"

(Namakamu) menatap ketiga temannya itu dengan tatapan bingung. Apakah ia harus menceritakan semuanya? Atau ia harus menyembunyikan ulah Hanji ini?

"Jangan bilang ini ada sangkut pautnya sama--

"Hai"

Ucapan Eta terpotong saat seorang perempuan masuk ke dalam kelas. Siapa lagi jika bukan Hanji. Ia masuk dan melewati (Namakamu)

Keduanya saling menatap dingin seperti menyimpan dendam, lebih mengarah kepada Hanji sebenarnya. Ia tersenyum sinis kepada (Namakamu) yang hanya menatapnya datar.

 Ia tersenyum sinis kepada (Namakamu) yang hanya menatapnya datar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue denger lo masuk rumah sakit? Kenapa?" tanya nya

(Namakamu) segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Eta yang menyadari itu pun langsung menarik pundak Hanji hingga menatapnya.

"Heh, pasti ini ulah lo kan? Yakan? Ngaku lo" sentak Eta

"Lo apaansih? Emang lo tau apa tentang gue?"

"GUE TAU. LO ITU MANUSIA LICIK YANG PERNAH GUE TEMUI"

Hanji tak menjawabnya melainkan menunjukkan senyum licik nya kepada Eta.

"Gausah nuduh tanpa bukti"

"GUE NGGA NUDUH. TAPI ITU KENYATAANNYA!!"

Edric yang merasa kondisi semakin tidak baik pun segera menjauhkan Eta dari Hanji.

"Eta, udah jangan buat keributan" lerai Edric

Sedangkan Ayres kini berjalan ke arah (Namakamu) sembari merangkulnya. (Namakamu) masih terdiam membisu tanpa ingin mengucapkan apapun.

"Hahaha,, lucu banget ya. Kalian dengan mudahnya ngelupain masa lalu tanpa rasa bersalah. Terlebih lo (Nam), bahagia banget hidup lo"

(Namakamu) mengepalkan kedua tangannya sembari menahan emosinya.

"Gue kasihan sama saudara gue, bisa-bisanya dia mati karna lo ya--

Plakk

Eta, Edric, dan Ayres dibuat terkejut oleh (Namakamu) yang tiba-tiba menampar pipi Hanji.

BATAS WAKTU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang