Keesokan harinya, sekolah mereka kembali akan kedatangan beberapa kampus ternama. Lagi dan lagi saat (Namakamu) dan juga Eta akan bolos ke aula, Ayres dan Edric langsung saja menarik keduanya.
"Sumpah ya kalian berdua jahat bener sama kita" omel Eta
"Lo tau ngga sih, setiap masuk ke aula bakalan ada absen nya, kalau sampe guru penanggung jawab liat ada absen kosong, pasti kalian juga dihukum" ucap Ayres
"Emang sekarang dari kampus mana?" tanya (Namakamu)
"Kepo deh. Udah sana duduk dulu"
Edric langsung mendorong (Namakamu) dan Eta untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Kali ini keduanya duduk sedikit di depan alasannya agar tidak bisa kabur dari pandangan Ayres dan Edric. Aula yang semula sepi kini sudah sangat penuh murid kelas 12.
"Siapa ya kali ini? UI udah, ITB udah juga. Siapa ya?" tanya Eta
"Gatau deh"
Tak lama lampu aula padam membuat beberapa murid terkejut. Lampu di atas kini menyorot satu orang yang membelakangi para murid.
"Anjir, polisi?"
Dapat dilihat dari pakaian belakang orang itu bertuliskan 'Police University'. Tunggu, bukankah itu tempat sang kakak melanjutkan pendidikan?
"Lah, itu kan tempat kakak lo (Nam)?"
"Iya. Kali"
(Namakamu) mengamati orang itu seperti tidak asing. Saat dirinya berbalik badan, (Namakamu) terkejut karna itu adalah--
"Kak Iqbaal?" lirihnya
Di depan sana, Iqbaal membungkukkan badan sebagai salam hormat nya. Setelah itu kembali berbalik badan.
"SIAP GRAK!"
Oh Waww!!!!
Lampu kini menyala dan memperlihatkan barisan-barisan rapi dari para calon polisi itu. Ternyata mereka akan menampilkan baris berbaris yang pastinya akan memukau dan menarik perhatian murid lain.
"Gila sih kenapa yang mimpin ganteng banget anjir" bisik Eta
"Ta, lo masih inget cerita gue kemarin di kantin ngga?"
"Yang mana?"
"Iqbaal"
"Oh gue inget, yang lagi lo taksir itu kan"
"Hm, betul. Lo tau, dia yang lo maksud tadi"
"Oh... Eh tunggu, maksud lo si danton ganteng itu? Itu Kak Iqbaal?"
"100 buat lo"
"Gila. Ga salah pilih lo. Meskipun keliatan dewasa tapi ganteng. Fix gue dukung lo sama dia"
(Namakamu) tak membalas ucapan dari Eta, melainkan dirinya masih terus mengamati sosok Iqbaal yang baru saja ia kenal 3 hari ini. Entah kenapa (Namakamu) kini tersenyum menatapnya dengan rasa kagum nya. Seusai acara, (Namakamu) segera menuju tempat sang kakak yang kini tengah duduk bersama Iqbaal dan juga Rendra.
"Kakak kenapa ngga bilang mau ke sekolah adek?" tanya (Namakamu) yang kini sudah berdiri di hadapan Ayya
"Ya gapapa sih, emang harus ya kakak bilang sama kamu?"
"Mmm.. Ngga juga"
"Yaudah"
"Oh ternyata adek lo sekolah disini?" tanya Rendra
"Iya"
"Hai (Namakamu), masih inget gue kan?"
"Iya, Kak Rendra kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BATAS WAKTU [END]
Fiksi Remaja"Bunda cuma ngelakuin ini demi kebahagiaan bunda sendiri" "Kamu bilang apa? Bunda ngelakuin ini demi kebahagiaan bunda sendiri? Apa bunda seperti itu di hati kamu?" "Mungkin" "BUNDA NGELAKUIN INI DEMI KAMU!! DEMI MASA DEPAN KAMU! BUNDA GAMAU ANAK...
![BATAS WAKTU [END]](https://img.wattpad.com/cover/287622837-64-k104649.jpg)