"Bunda cuma ngelakuin ini demi kebahagiaan bunda sendiri"
"Kamu bilang apa? Bunda ngelakuin ini demi kebahagiaan bunda sendiri? Apa bunda seperti itu di hati kamu?"
"Mungkin"
"BUNDA NGELAKUIN INI DEMI KAMU!! DEMI MASA DEPAN KAMU! BUNDA GAMAU ANAK...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sedangkan Iqbaal tengah membantu ibu nya menyuguhkan minuman kepada (Namakamu).
"(Namakamu), lama banget ngga ketemu kamu sayang" sapa tante Kayla yang tak lain adalah ibu dari Iqbaal
(Namakamu) membalas dengan senyuman tipis.
"Iya tante, aku juga jarang main sama Kak Iqbaal. Makanya jadi jarang ketemu sama tante"
"Panggil mama aja ya nak. Mama itu seneng banget waktu Iqbaal bilang kamu mau nginep disini"
"(Nam), ini susu hangat nya diminum" ucap Iqbaal
(Namakamu) segera meneguk susu itu hingga tersisa setengah.
"Yaudah kalian ngobrol aja ya. Kamar tamu udah mama bersihin. Mama mau tidur duluan soalnya udah ngantuk banget"
"Iya ma" saut Iqbaal dan (Namakamu)
Tinggallah mereka berdua di ruang tamu. Keduanya masih saling terdiam. Hingga--
"(Nam)"
Yang dipanggil pun segera menoleh kepada Iqbaal.
"Kakak boleh tau, alasan kamu mau nginep di rumah kakak?"
"Aku-- cuma mau jauh dari Kak Ayya"
Iqbaal yang mendengar jawaban itu justru dibuat bingung.
"Kenapa?"
"Gatau. Aku selalu iri setiap liat Kak Ayya" lirih (Namakamu) sembari menundukkan kepala
Iqbaal mendekat kepada gadis itu dan menggenggam kedua tangannya.
"Liat kakak sini"
(Namakamu) perlahan dan pasti menatap kedua bola mata Iqbaal yang tengah menatapnya.
"Kenapa kamu iri sama kakak kamu sendiri hm?"
"Kak Ayya, dia lebih bahagia"
Iqbaal terdiam, ia tak ingin menyela ucapan yang akan kembali dilontarkan oleh (Namakamu).
"Dia selalu berhasil dengan apa yang dia mau dari dulu. Sedangkan aku? Hikss-- aku, hikss, aku gagal. Aku-- kacauin masa hikss,, masa depan aku, hikss, aku capek kak hikss"
Iqbaal segera menarik tubuh (Namakamu) ke dalam pelukannya. Memberikan ketenangan bagi gadis yang ia cintai saat ini.
Hampir 30 menit (Namakamu) menangis di pelukan Iqbaal. Iqbaal pun tak mengeluh capek akan pundaknya. (Namakamu) melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air matanya dibantu dengan Iqbaal.
"Udah lega?" tanya Iqbaal
"Makasih pundaknya kak, maaf baju kakak basah"
"Hahaha,, santai dong. Yang penting kamu sekarang lega. Kakak mau kasih kamu masukan boleh?"