6. Pertemuan dengan Iqbaal

576 29 2
                                        

Dengan rasa malas dan rasa terpaksa, (Namakamu) dan Eta kini memilih duduk di salah satu kursi yang ada di aula daripada harus berdiri di bawah tiang bendera yang sebentar lagi pasti akan sangat panas. Keduanya duduk bersebelahan dengan wajah cemberut nya.

 Keduanya duduk bersebelahan dengan wajah cemberut nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tau gitu gausah sekolah tadi" gumam Eta

"Yaudah sih udah terlanjur. Mending lo diem, tuh diliatin sama Ayres sama Edric juga"

Keduanya mencatat apa yang sekiranya perlu dicatat. Malas sebenarnya, tapi lagi-lagi hukuman dari Ayres membuat mereka ngeri sendiri. Waktu demi waktu terlampaui, sudah ada 5 kampus ternama yang menyampaikan keunggulan dari kampus mereka masing-masing. Dan kini waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore dimana sekolah akan segera dibubarkan.

"Gila sih mana besok masih ada" gumam Eta

Keempatnya kini berjalan menuju parkiran bersama.

"Besok jangan bolos lagi" peringat Edric

"Bukannya bolos, tapi bosen sayang"

"Ra, mau gue anter?"

"Hm? Gausah gue--

Tinn

(Namakamu) menoleh ke arah gerbang dan di sana sudah ada sang ibu yang menjemputnya.

"Gue dijemput sama bunda. Duluan ya bayy"

(Namakamu) segera berlari kecil menuju mobil bunda tania.

"Kapan gue bisa lebih deket sama (Namakamu)" gumam Ayres

"Yang sabar ya bro! Cinta emang butuh perjuangan"

"Berjuang ya berjuang, tapi kalau dia ngga liat perjuangan kita ya percuma"

Eta dan Edric hanya membalasnya dengan wajah konyol bermaksud mengejek sahabat nya ini yang terjebak friendzone.

Kini (Namakamu) sudah berada di dalam mobil bersama ibunya. Seperti biasa suasana di dalam mobil cukup sepi dan hanya terdengar suara radio.

"Gimana sekolah kamu?" tanya bunda

"Hari ini gaada pelajaran bunda, soalnya ada kunjungan dari beberapa kampus"

"Terus? Kamu tertarik sama kampus mana? Mau nolak permintaan bunda?"

"Ngga kok bun, aku tetep pilih kemauan bunda"

"Bagus. Hari ini kamu ada bimbel sampai jam 7. Nanti bunda jemput kamu tunggu di dalam gausah keluyuran"

"Iya bun"

Sesampainya di tempat bimbel, (Namakamu) turun dari mobil. Ia menunggu mobil sang ibu pergi terlebih dahulu. Saat ia akan masuk, pandangannya tertuju kepada dua orang gadis dengan seragam SMA yang tengah berjalan seraya menikmati ice cream di tangan mereka. Tak lupa keduanya juga sama-sama sedang tertawa.

BATAS WAKTU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang