30. Keluarnya Rendra

274 16 0
                                        

Setelah Ayres mengantarnya pulang, (Namakamu) segera menuju kamar dan membersihkan badannya. Saat ia sedang duduk di atas kasur, ia menerima pesan dari seseorang, yang tak lain adalah Iqbaal.

Kak Iqbaal

Namakamu
Kakak sayang sama kamu
Apa ngga ada kesempatan lagi buat kakak?
Kamu beneran suka sama Ayres?
Bukan karna terpaksa untuk menghindari kakak kan?
Plis, bales pesan kakak

(Namakamu) menghela nafas nya dan segera menutup ponselnya itu.

'Maaf kak'

Waktu kini menunjukkan pukul 18.00 itu artinya bimbel nya bersama Kak Novi akan segera dimulai. Ia menunggu Kak Novi di teras rumah.

"Hai, kok kamu nunggu di luar sih?"

"Hai Kak Nov, pengen aja hehe, yaudah yuk masuk"

(Namakamu) mengajak Novi ke kamarnya untuk melaksanakan bimbelnya. Keduanya duduk di karpet bulu dengan meja kecil.

"Aku ke bawah dulu ya kak ambil camilan"

"Oke oke"

Tinggallah kini Novi seorang diri di dalam kamar (Namakamu). Ia berdiri dan menuju meja belajar milik (Namakamu). Terlihat disana ada sebuah buku tebal dengan sebuah logo tempat bimbel (Namakamu) yang baru.

"Ini kan--" desisnya

Ia segera membuka buku itu dan membacanya perlahan. Lalu ia membuka ponsel miliknya dan segera memotret beberapa halaman buku itu. Setelahnya ia segera menutup kembali buku itu dan kembali duduk di tempat semula.

 Setelahnya ia segera menutup kembali buku itu dan kembali duduk di tempat semula

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Semoga dugaan gue salah" lirihnya

•••

Keesokan harinya, di asrama kepolisian, tepatnya di sebuah taman. Iqbaal mengacak kasar rambutnya. Ia frustasi saat tau orang yang dicintainya menolaknya karna sebuah alasan yang tak masuk akal baginya.

"Kenapa harus kayak gini sih (Nam)" desisnya

"Lo kenapa Baal?"

Iqbaal menoleh dan mendapati Ayya disana. Ia segera berdiri dan berhadapan dengan Ayya.

"Lo frustasi liat (Namakamu) pacaran sama Ayres?"

"Ngga"

"Lo gabisa boong dari gue. Gerak-gerik lo dari awal ketemu mereka juga udah gue tebak kalau lo ngga suka"

"Bukan urusan lo Ay"

"Kenapa sih Baal, lo kayak--

"Ayya udah ya gue gamau berantem"

"Gue ngga ngajak berantem. Tapi gue mohon sama lo, biarin (Namakamu) sama Ayres"

"Kenapa?"

"Apanya?"

BATAS WAKTU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang