Setelah Iqbaal dan Rendra pulang, kini (Namakamu) berada di kamarnya untuk beristirahat sebelum tutornya datang.
Tokk
Tokk
Tokk
Tak ada sautan dari (Namakamu). Sepertinya tidurnya kali ini cukup nyenyak.
Ceklek
Ayya membuka pintu kamar sang adik dan melihat adiknya masih tertidur bahkan masih menggunakan seragam. Ia mendekati ranjang (Namakamu) dan menepuk tangannya pelan.
"Dek, bangun"
"Dek, bangun ada tutor kamu dibawah"
"Emhh"
(Namakamu) membuka kedua matanya perlahan dan melihat Ayya di sampingnya.
"Kenapa kak?"
"Ada tutor kamu dibawah"
(Namakamu) menatap jam dinding yang ada di kamarnya, kemudian ia duduk sembari mengumpulkan nyawa.
"Kamu mandi dulu sana"
"Iya"
Setelah (Namakamu) selesai mandi, ia bergegas ke bawah untuk menemui tutor nya. Ia melihat seorang perempuan yang duduk di ruang tamu sembari menikmati minuman yang disajikan.
"Hai kak"
Perempuan itu menoleh dan melihat (Namakamu) yang berjalan ke arahnya. Ia berdiri dan mengulurkan tangannya pada (Namakamu).
"Kenalin saya Novi, tutor kamu untuk latihan SNMPTN"
(Namakamu) membalas uluran itu dengan tersenyum ramah.
"Aku (Namakamu). Lama ya kak nunggu aku?"
"Hm? Gapapa kok. Tadi kakak kamu sempet bilang kalau kamu lagi ngga enak badan. Mau diundur aja latihan nya?"
"Eh, jangan kak. Nanti bunda marah. Aku ambil buku latihannya dulu ya"
(Namakamu) langsung berlari kecil menuju kamarnya untuk mengambil beberapa buku latihan. Ia mendapati ponselnya yang berada di atas meja belajar, namun ia memilih untuk meninggalkannya agar fokus nya tidak terpecah.
Sesampainya di bawah, ia langsung duduk di atas karpet begitupun dengan Novi. Menurutnya, Novi cukup menyenangkan seperti Mas Tian.
"Kita mulai ya"
"Oke kak"
(Namakamu) cukup fokus pada apa yang dijelaskan oleh Novi. Hingga tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB.
"(Nam), udah jam setengah 7. Kita sampai ini dulu aja ya"
"Oke kak"
(Namakamu) dan Novi kemudian membereskan beberapa buku masing-masing.
"Kakak mau langsung pulang?"
"Iya. Kenapa?"
"Ngga mau makan malam di sini dulu?"
"Hah? Gausah, kakak bisa makan di rumah"
"Tap--
"Kalian udah selesai?"
Keduanya menoleh dan melihat Ayya dengan celemek nya.
"Udah kak"
"Yaudah makan malam dulu yuk"
"Gausah Ay, aku makan di rumah aja"
"Pamali loh nolak rezeki. Udah yuk sini"
(Namakamu) berdecak kesal saat Novi menolak makan malam di rumahnya. Ia langsung menarik pelan lengan Novi dan membawa nya ke meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BATAS WAKTU [END]
Teen Fiction"Bunda cuma ngelakuin ini demi kebahagiaan bunda sendiri" "Kamu bilang apa? Bunda ngelakuin ini demi kebahagiaan bunda sendiri? Apa bunda seperti itu di hati kamu?" "Mungkin" "BUNDA NGELAKUIN INI DEMI KAMU!! DEMI MASA DEPAN KAMU! BUNDA GAMAU ANAK...
![BATAS WAKTU [END]](https://img.wattpad.com/cover/287622837-64-k104649.jpg)