6- Tudung Merah

67 4 0
                                        

Flashback...

Ezra dalam perjalanan ke kelas Nana sesuai pesan dari Andre. Lagipula menurutnya masalah ini terjadi murni kesalahannya. Lelaki ini penasaran ketika bertemu pertama kali dengan gadis itu di pagar belakang sekolah, perasaan yang tidak biasa, seperti dulu ketika dirinya pertama kali bertemu Nana.

Rasanya egois jika ingin mengobati rasa rindunya -karena lama tidak bertemu teman masa lalunya- dengan cara dekat dengan adik kelasnya, yang tidak secara langsung memiliki sifat dan karakter yang hampir mirip.

Ya, ini murni salah Ezra.
Faktanya Ezra dulu ingin memilih melupakan Nana dan pasrah kepada takdir apakah mereka akan diizinkan bertemu lagi atau tidak.

Terkabul, -karena kesibukan, hingga tragedi yang dulu terpicu menimpa internal keluarganya. Sampai memberikan luka yang amat dalam, merebut perhatian dan waktunya serta membuat sikapnya menjadi dingin bak hutan bersalju- berhasil membuatnya lupa soal Nana.

Namun semua itu mulai purna ketika sebuah mimpi mengantarkannya pada kenangan masa lalunya dengan sang gadis, hingga pertemuan tidak sengaja dengan adik kelas yang dinilainya mirip dengan gadis itu, itulah pemicunya.

Pernah ada dugaan bahwa adik kelasnya adalah gadis itu, namun disisi lain sikap adik kelasnya cukup bertolak belakang, lalu apa yang membuat Ezra tetap ingin mendekati Nakamoto si adik kelas?

Hanya ada satu.

Itu semua hanya untuk mengobati rasa rindunya kepada si gadis.

****

Mari kembali pada realita. Dengan berjalan cepat, dia menuruti saran Andre untuk berdiskusi dengan Nana agar tidak memperburuk keadaan.

Di jam istirahat, dengan topi dan tidak memakai almamater OSIS, ia sampai ke gedung kelas satu.

Ezra memasuki kelas itu, tidak ada orang sama sekali. Matanya melirik melihat ada tumpahan cairan berwarna coklat keruh dengan bau tak sedap.

"Apa-apaan ini? Ugh, susu basi? Kelas Nakamoto-san tidak mementingkan kebersihan.." batin Ezra.

Sebagai orang yang mageran, Ezra tentu masabodo akan hal itu. Namun tiba-tiba akalnya memprediksi sesuatu.

"Tumpahan susu basi di sebelah sana, sedangkan kotak susunya ada di arah yang berbeda... Kelasnya... Nakamoto-san... Jangan-jangan?!!" Tubuhnya tiba-tiba bergetar dan langsung lari keluar lalu melompat ke atap gedung.

Dia mulai menyadarinya, sepertinya adik kelasnya itu sudah mulai dirundung oleh teman-teman sekelasnya, dengan segera dia berlari melintasi atap demi atap gedung di sekolah itu untuk mencari keberadaan Nana.

Namun dirinya terhenti saat melihat dua siswi di belakang gedung. Ya, Nana dan Rina. Spontan hati Ezra langsung lega, namun ia juga heran, mengapa ia sempat merasa ketakutan?.

Flashback Off...

"Oke, jadi mau mulai darimana?" Tanya Ezra.

Rina tidak tahu harus berbuat apa karena ia tak pernah mendapati masalah seperti ini, "Yang pastinya, kita gak bisa ngebuat mereka berhenti tiba-tiba. Meminta keputusan guru hanya akan memperburuk keadaan."

Ezra terdiam, benar juga kata Rina. Guru pasti akan menyorot kenapa dirinya dan Nana dapat berada dalam satu frame yang sama dengan latar tempat yang sepi? Alias, berduaan? Tentu guru akan mencurigai itu sebagai pencorengan nama baik, mengetahui posisi Ezra sebagai Ketua Osis, dan Nana si siswa termuda yang mewakili sekolah dalam program pertukaran pelajar.

"Merepotkan" gumam Ezra. "Ya sudah, kita usahakan jangan dekat-dekat dulu"

"Dari dulu kita emang gak dekat, taplak!" Ujar Nana.

Prince Charming [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang