Rizal langsung menyanggah Andre sebelum pertarungan dimulai.
"Jangan salah sangka dulu, Andre. Lu gak punya pengalaman berantem sebelumnya,"
Andre terbelalak dan sontak menoleh kebelakang, "Maksudnya?"
"Dalam berkelahi dengan Tudung Merah, kedua pihak harus memberikan perwakilan untuk melakukan pertarungan singkat sebanyak 1 ronde. Setelah 1 ronde selesai, maka pertarungan baru dimulai."
Andre tentu saja terpukau, karena ia sama sekali tidak tahu aturan itu.
Zack tersenyum, "Huh, si taat dan paham aturan, semoga kau tidak payah seperti dulu, Rizal,"
Akhirnya Kevin, petinggi sekaligus perwakilan dari Tudung Merah ditunjuk maju untuk mewakili pertarungan singkat ini.
Sedangkan dari tim Ezra, Januar-lah yang akan memimpin.
Di sekolah...
Terdapat seorang perempuan yang sedang menggerutu kesal, "Menyebalkan, banyak sekali nyamuknya!"
Ya, Destiny berada di sekolah, menuruti perkataan adik kembarnya, namun sebenarnya untuk apa dia ke sekolah?
Tentu saja, karena Januar tahu bahwa seseorang sudah menyadari siapa pelaku sebenarnya.
Tap... Tap...
Suara langkah kaki yang pelan langsung terdengar di telinga Destiny.
Destiny langsung terdiam dan berbicara setelah merasakan pisau kecil yang menempel di lehernya, "Dalam menyergap secara diam-diam memang keahlianmu ya? Nana?"
Karena itu Januar meminta saudara kembarnya ini untuk datang ke sekolah tanpa memberitahu maksud dan tujuannya.
Mengetahui yang dia tahan adalah Destiny, kakak Januar, Nana akhirnya melepaskan pisau bedah yang diambilnya dari rumah sakit.
"Jadi ini maksud Januar, aku kira Ezra yang akan disini. Tapi bagaimana kau bisa tahu? Kamu di rumah sakit kan?" Tanya Destiny dengan tersenyum penuh kekalahan.
Nana menaruh pisaunya di saku, dan memperlihatkan spy camera yang sudah dia pasang 3 pekan sebelum ia masuk rumah sakit.
"Aku sebenarnya hanya ingin menelusuri dimana sarang tupai yang sering berkeliaran di rumahku, setelah kembali dari kegiatan student exchange dan mengetahui profil Ketua Osis sekolah kita, aku yakin dia adalah orang yang punya banyak sekali fans,"
"Firasatku kuat, Des. Cepat lambat aku pasti akan berinteraksi dengannya, namun seberapa dalam tidak ada yang tahu. Sedangkan teror dan fitnah sudah biasa dilingkup keluargaku, karena itu untuk mengantisipasi aku juga menaruh spy camera di sekitar sekolah. Jadi gerak-gerik warga sekolah aku bisa tahu lewat spy camera milikku,"
"Spy camera milikku aku pasang juga di daerah sekitar jalan menuju rumahku dan Ketua Osis,"
Sedangkan Destiny hanya tersenyum sembari mengangguk mendengarkan dengan seksama, dirinya sudah tidak ingin mengelak lagi.
"Waw? Hebat sekali?"
Nana menghela nafas kemudian menatap temannya itu dengan tatapan kosong, "Benar, dan setelah aku melihat rekaman-rekaman yang ada, pelakunya tidak jelas terlihat di kamera karena pengambilan dari lokasi yang kurang bagus."
"Namun sampai pada rekaman yang menampilkan saat aku dan Ketua Osis pulang bersama, aku akhirnya tahu. Pelaku yang mengambil fotoku dan Ketua Osis saat pulang bersama adalah kau... "
"Destiny."
Di markas Tudung Merah...
DUAK!!! Januar langsung menumbangkan Kevin sekali tinju, dan Kevin langsung terpental kesakitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Charming [END]
Fiksi Remaja"Kau mau melarikan diri ya?" Hanya dengan kalimat itu saja membuat jantung Nakamoto Nana berdebar gugup tak tahu kenapa, mungkin karena kalimat itu hanya diucapkan oleh cinta pertamanya. Jangan salah, yang berucap demikian ialah kakak kelasnya, Ezr...
![Prince Charming [END]](https://img.wattpad.com/cover/290981259-64-k972687.jpg)