"Ikat luka kalian! Pertarungan belum selesai!!" Januar berseru sembari mengatur formasi dadakan menyerang pasukan Tudung Merah.
"Gimana kondisi Farel?!" Tanya Januar.
"Tulang rahang Mas Farel patah, Mas!"
"Nih nomor ajudan saya! Bilang hubungi dokter kardiologi kenalan!" Januar melempar ponselnya pada salah satu anggota kelompok.
"Tapi mas, kardiologi itu khusus jantung-"
"Ya maksud saya Ortopedi! Typo! Dah sana!"
"Kacau. Andre kena tembak, formasi kita berantakan!" Batinnya sembari memperhatikan sekitar, memastikan tidak ada anggota mereka yang sekarat atau terluka parah.
Andre berdiri dengan bergetar, mengumpulkan tenaganya.
Dirinya sudah memperkirakan seberapa kuat Zackly Adamar setelah melihat terpentalnya Farel.
Namun, setelah merasakannya sendiri, ia meralat dan mengambil kesimpulan bahwa kekuatan Zack yang sebenarnya 10 kali lipat dari perkiraannya.
"Andre!! jangan memaksa diri lagi!! Zack, Lu-!!" Rizal menahan amarahnya dan ingin menghampiri Zack namun Ardhan menahannya.
Ardhan mencegah Rizal untuk menghampiri Zack karena ia tak mau Rizal dalam masalah, "Sudah cukup Rizal, kau takkan bisa mengalahkan Zack. Karena aku sendiri juga kalah telak olehnya..."
Zack tersenyum sungging, "Dengan dirimu tumbang, sudah dapat dipastikan... "
"Ini adalah kemenangan untuk Tudung Merah."
Namun tiba-tiba terdengar seruan dan membuat semuanya terdiam.
"Kami gak kalah!!!"
Zack dan Naren menatap Andre, "Hm?"
Andre mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan tersenyum haru, "Kami sudah menunggumu...!!"
"Ketua!"
Tap, Tap, Tap.
Ada suara langkah kaki yang mendekati Andre, semua pandangan terbelalak di serbu oleh perasaan amat sangat kaget melihat orang itu yang berjalan santai dengan tatapan tegas karismatik berwibawa.
Rizal sampai menganga kaget melihat kedatangan sosok itu, "Ezra?!! Gimana Lu bisa...?!"
Ardhan pun turut terkejut, "Mustahil, dia baru saja kehilangan adik perempuannya!"
Air mata Andre tumpah bercucuran, ia tak menyangka kalau Ezra benar-benar dapat datang. Dia tahu kalau dirinya tak dapat sekuat Ezra, "Ezra... "
Puk! Ezra mendekap sahabatnya itu ke dalam pelukannya, "Terima kasih ya, Ndre. Kamu dan Rizal udah kerja keras."
Andre terbelalak, air matanya mengalir deras sembari memeluk tubuh tegap yang merangkulnya itu.
"Ezra...! Ezra! Maafin aku, Zra! Maaf!!" Sungguh, kematian Eza merupakan hal yang amat menyakitkan secara pribadi untuk Andre yang menganggap Eza sebagai adiknya sendiri.
"Iya, iya Andre." Ucap Ezra tanpa tambahan apapun.
BRUM! BRUM!!
Tiba-tiba ada suara motor dan ada suara seseorang juga, "Pria es batu!!"
"Dek-Dek Takagi?!!" Andre terkejut dan langsung melepaskan pelukannya dari Ezra.
Naren terkejut, "Anak itu kan-?! Yang bergabung beberapa pekan yang lalu-"
Takagi dengan berwajah kesal dengan posisi belum turun dari motor terus saja mengomel, "Motornya berat banget!! Bisa gak sih bawa sendiri?! Mentang-mentang parkour!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Charming [END]
Fiksi Remaja"Kau mau melarikan diri ya?" Hanya dengan kalimat itu saja membuat jantung Nakamoto Nana berdebar gugup tak tahu kenapa, mungkin karena kalimat itu hanya diucapkan oleh cinta pertamanya. Jangan salah, yang berucap demikian ialah kakak kelasnya, Ezr...
![Prince Charming [END]](https://img.wattpad.com/cover/290981259-64-k972687.jpg)