Flashback...
"Eh? Wah, siapa itu? Apa itu Ayah dari seseorang?"
Bisik siswi-siswi yang melihat seseorang menunggu di pintu gerbang sebuah SMP.
"Wah, muda sekali, seperti oppa-oppa korea!"
Ezra yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya kemudian menengadahkan kepalanya, terbelalak melihat Indra yang tiba-tiba siap menjemputnya.
"Hola!"
"Indra? Kenapa tiba-tiba?"
"Gabut aja, hari ini senggang banget sih, mau ke Arcade?" Tawar Indra sembari membuka pintu mobil.
"Dih? Tumben, biasanya sepuluh ribu aja gak mau dikeluarin,"
Indra meleletkan lidahnya, "Kamu bawa kartu ATM kan, Zra?"
"Asem."
Kemudian Indra mengendarai mobil, membawa mereka menuju tempat tujuan, karena ini hari kerja, jadi jalanan sepi.
"Ulanganmu bagaimana? Sulit? Tadi malam aku melihatmu begadang bermain game," Indra memfokuskan pandangannya pada jalanan namun tetap tersenyum menandakan bawaannya yang santai.
"Males, masa coba? Abis ulangan, terus pas mau pulang langsung dibagiin hasilnya, kan cepet banget!" Gerutu Ezra sembari fokus dengan konsol gamenya.
Indra mengangkat alisnya sembari mengangguk paham, "Wah, sekolahmu segesit itu ya. Bagus dong kalian jadi cepat tahu hasilnya?"
"Ya tapi kan malesin liat kertas hasil jawaban pada hari yang sama ujian dikerjakan! Kamu emang ga males?! Ujian itu menyebalkan!" Ezra melemparkan gulungan karton berisi kertas ujian sembarangan.
PAK! Indra menggunakan tangan kirinya untuk menangkap karena tangan kanannya fokus memegang stir mobil.
"Wow? Skor penuh? Sempurna, kau yakin tadi malam tidak belajar?"
"Kamu ngejek atau puji aku, Indra?"
Tiba-tiba Indra menghentikan mobil di sebuah jalan yang di sampingnya dapat terlihat laut yang dipagari dinding.
"Kesini bentar, yuk. Jarang liat laut nih,"
"Ye."
Angin laut menerpa dengan kencang namun lembut, rasanya menyegarkan sekali, cuaca juga berawan mendukung udara tidak menjadi panas.
"Ezra."
"Hm?"
"Gimana menurut kamu... kalau punya saudara yang lain?" Tanya Indra.
"Hah? Tetiba banget?"
"Jawab aja sih."
Ezra mengulum permen, "Hmm..."
*****
DUAK!!
Zack kembali menghantam Ezra dengan serangan yang sama, tentu saja lebih keras.
Andre kaget, dan Rina sampai menutup mulutnya, tentu saja, karena serangan seperti itu bahkan bisa mematahkan rahang seseorang, "Ezra!!"
"Zackly Adamar sekuat apa sih emangnya?!!" Geram Rizal.
Takagi masih diam dengan tatapan santai, tak membantu Ezra sama sekali, "Tenang saja, itu cuman umpan buat menunjukkan seberapa kuat Zackly Adamar..."
Naren melihat pertarungan mereka, sedangkan Kevin yang sudah membaik setelah serangan dari Januar langsung mendekati Naren sembari berkomentar akan pemandangan luar biasa itu, "Wah! Jadi Zack sekuat ini ya?"
Tapi Naren hanya terdiam tidak memberikan komentar dari ucapan Kevin. Merasa ada yang tidak beres, dia baru tahu bagaimana kemampuan Zack yang sebenarnya, apa-apaan ini? Kenapa Zack tidak pernah memberitahu apapun? Tiba-tiba Dion mendekat dan berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Charming [END]
Ficção Adolescente"Kau mau melarikan diri ya?" Hanya dengan kalimat itu saja membuat jantung Nakamoto Nana berdebar gugup tak tahu kenapa, mungkin karena kalimat itu hanya diucapkan oleh cinta pertamanya. Jangan salah, yang berucap demikian ialah kakak kelasnya, Ezr...
![Prince Charming [END]](https://img.wattpad.com/cover/290981259-64-k972687.jpg)