Begitu melihat Ezra, Naren langsung panik dan lari meninggalkan motornya begitu saja, melihat hal itu Ezra langsung mengejarnya namun tiba-tiba saja kaki kirinya keseleo, rasa nyeri mulai menjalar di seluruh kakinya, namun tetap dia paksakan terus lari untuk mengejar tujuan utamanya, mendapatkan Naren.
"Astaghfirullah, kakiku keseleo! Si bocah jahil muter kemana sih?!" Batin Ezra sembari terus mengejar Naren, takkan dia lepaskan orang itu.
Lokasi mereka sekarang tidak jauh dan masih berada di wilayah pelabuhan rongsok dekat dengan lokasi pelabuhan baru tempat pertarungan Tudung Merah sebelumnya, namun wilayah yang begitu luas dan berkelok-kelok berpotensi menyebabkan mereka tersesat
Naren melewati dinding bangunan halaman rumah sakit lama di sana, Ezra terus berlari mengejarnya namun dari ujung samping dinding rupanya Naren sudah bersiap dengan batu untuk menyerang Ezra.
Ezra kaget dan langsung menghalau batu itu dengan tangannya, namun serpihan debu menyerang pandangannya, tidak, jangan sampai pandangannya terlepas dari orang keji itu, jangan sampai orang itu kabur lagi....
... Indra, Eza, Zack, karena Naren, mereka bertiga direnggut dari Ezra. Jangan harap ada pengampunan untukmu, Naren, begitu batin Ezra.
"Kembali Naren!!"
CEKREK!!
Begitu Ezra berhasil mendapatkan pandangannya kembali, Naren menghentikan gerakan Ezra setelah menarik pompa pistol.
Tentu saja Ezra terhenti, pandangannya difokuskan pada moncong senjata itu untuk mengikuti arah bidiknya.
"Menggunakan pistol lagi, setelah menghabisi 2 nyawa?" Ucap Ezra.
Naren terkekeh, walau ketakutan menghampirinya, tapi dia yakin masih punya harapan.
"Dulu kita bersaing untuk Juara, tidak peduli, aku tidak akan kalah lagi seperti dulu, Ezra."
Angin malam berhembus kencang, rasa dinginnya seakan-akan menusuk tulang, namun bukan itu yang Ezra rasakan. Rasanya dia pernah merasakan perasaan ini, nostalgia.
Ezra mengalihkan pandangannya sejenak ke segala arah. Ah, oke, dia kemudian tersadar dimana ini sekarang, "Tunggu sebentar, tempat ini... "
BUAK!!
Naren langsung melontarkan tinju kepada Ezra dan membuat Ezra terjatuh, ia kehilangan konsentrasi setelah melihat tempat dimana ia berada sekarang.
"Kau jangan melamun! Kematian sudah dihadapanmu!" Kata Naren dengan angkuhnya.
Ezra terdiam sejenak diposisinya sembari perlahan bangun, "Aku ingat sekarang..."
Naren agak bingung apa yang dikatakan Ezra, dalam pikirannya ia berpikir apakah Ezra tidak sehat sebelum ia meninjunya, Ezra masih waras kah?.
"Pemandangan perkotaan dari bawah sini... dan diatas rumah sakit itu... Berada di rooftop atap rumah sakit itu, berbincang dengan seseorang yang berharga bagiku... terinspirasi dari semangatnya untuk tidak putus asa... membuatku berjanji..."
"Untuk menjadi orang yang tegar dan kuat..." Ezra mendesis sambil menatap penuh kemarahan pada Naren.
Tersentak, walau keheranan dan masih bingung apa yang dikatakan Ezra sedari tadi, tatapan amarah itu sungguh bagaikan mimpi buruk.
"Dan disini adalah rumah sakit yang sama, dimana aku pertama kali bertemu Nakamoto Nana. Dan tempat dimana kakakku menghembuskan nafas terakhirnya karena keegoisanmu." Jelas Ezra, ia memiliki ingatan yang sangat kuat. Bahkan ia mengingat bahwa Indra meninggal gara-gara dilukai Naren dan dirawat di rumah sakit dimana ia dan Naren berada sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Charming [END]
Teen Fiction"Kau mau melarikan diri ya?" Hanya dengan kalimat itu saja membuat jantung Nakamoto Nana berdebar gugup tak tahu kenapa, mungkin karena kalimat itu hanya diucapkan oleh cinta pertamanya. Jangan salah, yang berucap demikian ialah kakak kelasnya, Ezr...
![Prince Charming [END]](https://img.wattpad.com/cover/290981259-64-k972687.jpg)