15- Masa lalu (2) dan orang yang berharga

53 3 0
                                        

"Kenalkan, Indra dan Eza. Mereka adalah kakak dan adikku, tapi berstatus tiri." Kata Ezra dengan wajah datarnya seperti biasa.

Reaksi Gua? Pastilah Gua kaget, mereka saudara tiri? Ezra pernah bilang kalau dia tidak punya kakak ataupun adik kandung. Yah, tidak salah, namun tetap saja itu mengejutkan, bahwa ketiga-tiganya tidak ada yang saudara kandung!

Gua ngebayangin mungkin saja kakaknya dan adiknya saudara kandung, atau Ezra dan kakaknya, atau mungkin Ezra dengan adiknya. Namun tidak sama sekali! Wah, persoalan keluarga kaya ini rumit juga. Wajar Gua ngomong gitu karena Ezra ternyata orang kaya.

"Hai." Sapa Eza dengan acuh tak acuh.

"Kau temannya Ezra ya? Haha! Terima kasih telah menjadi temannya, ia pasti benar-benar merepotkan." Kata Indra dengan tawanya yang ramah.

"Kau jangan berisik, Indra." Kata Ezra dengan tatapan sebal.

"Haha! Baiklah, makanan sudah siap kan Za?" Indra beralih pada adik perempuannya yang sedang menata piring.

Eza selesai memasak dan mengelap tangannya dengan kain sembari mengecek ponselnya, "Ya, baru selesai, ayo makan sebelum dingin! Oh ya, Mamah bilang pulangnya 5 hari lagi dari dinas."

"Baiklah! Karena sudah waktunya makan siang, ayo makan bersama."

Ezra menolak, "Gak ah! Kita main ps dulu aja, kak Indra bilang kalau ps 5 susah dimainin!"

Indra berpikir sejenak, "Bener juga sih..."

"Zal! Yuk! Bahkan Indra aja gak bisa ngalahin musuhnya!" Ucap Ezra.

Rizal tercengang, "E-Eh? Bukannya kita mau makan dulu-" ucapan Rizal terpotong oleh semangat Indra.

Indra tersenyum bersemangat, "Aku tidak akan mengulangi hal yang sama, akan ku buktikan kali ini aku menang!"

GREP!! Tanpa permisi, tiba-tiba saja Eza menarik telinga kedua kakaknya.

"Aku dah bilang! Makan cepat sebelum dingin!" Seru Eza.

"ADUOH!!"

Disitu, Gua merasakan meski Ezra sangat jarang tersenyum, tapi saat ada Bang Indra dan adiknya disisinya ia jadi terlihat...

"Sakit tahu Za! Kalau marah ditakar dong! Jadi mirip Mama kalau marahnya! Ntar ada kerutan dimuka tahu rasa, berisik minta skincare!" Kata Ezra.

"Diem Ezra!!!" Seru Eza.
"Kupingku bolong, Mak lampir!!!"

"Haha, sabar sabar..." Kata Indra berusaha menenangkan keduanya.

...Sangat bahagia.

Namun, kebahagiaannya itu tak berlangsung lama setelah kami kenaikan kelas 3 SMP.
Beberapa hari kemudian, terjadi pertengkaran antara Ezra dan Zack ketika Gua ikut makan siang bersama Ezra, Bang Indra, dan Eza karena terjadi kerusuhan yang dibuat Tudung Merah sendiri.

Singkat cerita Ezra dan Zack bertemu, disitulah mereka akhirnya berkelahi.
Disitu Tudung Merah -yang saat itu masih dalam fase tanpa pemimpin- ikut turun tangan.

Karena keterlibatan Tudung merah atas pertengkaran Ezra dan Zack, bahkan aparat kepolisian kesulitan sampai-sampai kasus 15 polisi menjadi korban dan tewas, sebagian besar anggota Tudung Merah sudah banyak yang ditangkap juga.

Dan Gua melihat Naren, ia terlihat celingukan saat Ezra dan Zack saling berkelahi di tempat yang jauh dari lokasi kericuhan massa, kemungkinan agar tidak ada yang mengganggu pertarungan mereka.

Lalu saat bersama Bang Indra, Bang Indra menyuruh Gua untuk bersembunyi di tempat aman, sementara Eza sudah diamankan di gedung kantor cabang keluarga mereka.

Prince Charming [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang