7 tahun kemudian...
"Akhirnya istirahat!!"
Ezra menggantung jas putihnya di gantungan kemudian duduk di meja kerjanya sambil memakan es krim rasa kacang almond.
"Haha, rasanya pertama kali bekerja disini begitu sulit, benar? Rumah sakit ini cukup sepi," ucap seorang suster yang tiba-tiba masuk ruangan, dia adalah suster yang ditempatkan untuk mendampingi Ezra.
"Tidak juga, justru itu poin istimewanya, kau jadi bisa lebih bersantai, kau tahu? Butuh banyak langkah menjadi seorang Dokter, ini pengalaman pertamaku." Ezra tersenyum membalas ucapan wanita itu.
Wanita berusia dua puluhan dengan rambut sanggul rapi itu tersenyum mendengarnya, senang dapat mendampingi Dokter baru yang ditempatkan di rumah sakit lama ini, bukan apa-apa namun karena usia Ezra yang lebih muda darinya membuatnya jauh lebih santai.
Tiba-tiba saja pandangannya menangkap sesuatu yang ada di lantai, "Ah, Dokter, sepertinya kau menjatuhkan ini."
"Hm? Ah!! Terima kasih!" Ezra menerimanya dengan senang hati.
"Saya lihat Dokter terus memakai pin bergambar emoticon itu, dan Dokter juga sering makan es krim rasa coklat kacang almond itu, boleh saya bertanya kenapa?" Tanya suster.
"Pin ini punya adikku, pin ini istimewa, kalau kau sedih, dia akan berubah sedih!" Ucap Ezra dengan tampang bercanda.
Tiba-tiba suster mengambil es krim itu dari tangan Ezra, seketika Ezra kesal dicampur sedih, dan pin itu berubah sesuai dengan suasana hati Ezra, seperti sudah terikat dengan pemiliknya.
"Kenapa- kembalikan."
"Beneran bisa berubah, dong..."
"Es krim ini sudah limited edition sekarang. Dulu sih di toko-toko kecil juga ada saat aku SD sampai SMA." Ezra memakan kembali es krimnya yang sudah dikembalikan.
"Wah! Benar juga, ini sih sudah hampir jarang ditemui! Dokter beli dimana yang masih menjualnya?"
"Haha, udah ga ada di toko-toko."
"Terus Dokter bisa dapet, gimana?"
Ezra terdiam dengan tersenyum gelisah, bagaimana dia bisa bilang kalau dia membeli saham dan pabrik es krim yang dikelola oleh kerabat keluarga Rina itu?
"Yah, sebenarnya es krim ini juga disukai oleh seseorang yang spesial dan berharga untukku."
"Dulu aku punya seorang gadis yang kusukai, kami terpisah dan sempat bertemu. Kemudian karena suatu hal, tidak yakin sih dapat bertemu lagi atau tidak."
"Setelah lulus sekolah, kami sudah lost contact sampai sekarang."
"Dasar ABG,"
"Mbak stop me-roasting bisa tidak?"
Suster tersenyum, "Dokter bisa seperti itu juga, ya? Semoga bisa bertemu lagi."
"Hahaha! Aamiin." Ezra menganggap candaan perkataan suster, karena dia sudah mendengar ucapan itu dari beberapa orang, namun tak ada salahnya ia mengaminkannya, kan? Mungkin saja ucapan bisa jadi doa.
5 tahun yang lalu dari Ichiro dia mendapat kabar, bahwa Nana kembali ke Jepang untuk melanjutkan pendidikan, katanya akan menetap di sana dan tidak akan kembali.
Setelah es krimnya habis, Ezra memandangi stik es krimnya, kali ini dia tidak sedih lagi karena tak dapat bertemu Nana, tapi dia tersenyum karena dapat menyelamatkan orang lain, sembari yakin suatu saat dapat bertemu lagi dengan gadis itu.
"I can't forget you, Nana. Aku gak bisa ngelupain kamu, meski beda impian dan tujuan, karena rasa yang ku miliki itu nyata, bukan khayalan semata."
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Charming [END]
Novela Juvenil"Kau mau melarikan diri ya?" Hanya dengan kalimat itu saja membuat jantung Nakamoto Nana berdebar gugup tak tahu kenapa, mungkin karena kalimat itu hanya diucapkan oleh cinta pertamanya. Jangan salah, yang berucap demikian ialah kakak kelasnya, Ezr...
![Prince Charming [END]](https://img.wattpad.com/cover/290981259-64-k972687.jpg)