Zack terpukau melihat Ezra bisa berdiri sembari menahan serangannya, "Hmmm, wah? kau masih bisa berdiri?"
Andre sangat khawatir, kekhawatirannya tidak berkurang, sedangkan Takagi yang melihatnya hanya berkomentar sembari memperhatikan dua monster itu akan bertarung.
"Aku tahu kak Andre khawatir. Tapi jangan pikirkan itu,"
"Maksud... Dek Takagi apa?" Andre merasa heran dan ragu, apakah Takagi kehilangan sedikit daya pikirnya karena kehilangan yang dicintai?
"Yang tengah melawan monster Tudung Merah itu adalah Pria Es Batu, Ketua Osis yang di sanjung-sanjung itu, pertarungan ini adalah bukti nyata bahwa apa yang orang-orang banggakan darinya bukanlah fiktif belaka." Takagi menatap bagaimana Ezra dengan wajah dinginnya yang tidak berubah mencoba untuk melumpuhkan Zack dengan serangan dadakan.
"Jadi kak Andre, lakukanlah apa yang mampu kau lakukan,"
Seketika Andre terbelalak, sedari tadi niatnya datang dan ikut pertarungan karena ingin membuat Naren menyesal atas yang diperbuatnya.
"Lagian kakinya kak Andre kena tembak tuh, ga papa?" Tanya Takagi dengan tatapan datar tapi tetap khawatir, dia sendiri pun cukup kesulitan ketika mendapat luka tembak sembari terus melawan musuh-musuh pada latihan survivalnya.
Tiba-tiba pikiran Andre langsung terpusat pada kakinya yang terluka, rasa sakitnya langsung datang, "AW!"
"O-oh, sorry kak..."
DUAK!!!
Dengan cepat Ezra langsung menghantam Zack dengan kakinya.
Meleset, sedangkan Zack menghilang dari pandangan yang membuat Ezra kaget.
"Apa? Kemana dia-"
"Wow! Tendangan yang bagus, Ezra!" Zack tiba-tiba muncul dari sisi yang lain.
Dengan segera Ezra langsung menghantamnya kembali sebelum Zack melancarkan serangan, namun lagi-lagi Zack menghilang dan serangannya gagal.
"Jadi begitu, Zackly? Meningkatkan kemampuan selama 5 tahun ini untuk pertarungan ini? Seberapa benci sih kau padaku?"
"Kau punya kekuatan ini setelah kehilangan keseimbanganmu? Benar-benar karisma sang Ketua Osis!" Zack berseru layaknya penggemar yang bertemu dengan sang idola.
Ezra tak mempedulikan ucapan saudaranya itu, melihat serangannya berkali-kali gagal, dia memutuskan untuk mengambil jarak dari Zack dengan melompat ke belakang
"Pantas saja kau berani memimpin anggota yang banyak untuk melawan Tudung Merah..." Zack berkacak pinggang dengan senyum angkuhnya.
Sedangkan Ezra mencoba memperhatikan wilayah luas dengan Zack ditengah-tengahnya, bagaimana Zack dapat bergerak secepat itu? Kemampuan saudaranya meningkat pesat dalam 5 tahun terakhir...
Kemudian Ezra melirik Andre dan Rizal, kedua temannya itu hanya memberikan ekspresi khawatir dan tidak percaya.
Lalu pandangannya dia alihkan pada Januar, dan yang Januar berikan hanyalah isyarat agar berhati-hati. Yang artinya, kecepatan Zack dalam menghindar itu murni keahlian Zack tanpa adanya tipuan apapun.
"Ini akan jadi lebih sulit..." Ezra mengatur nafas sembari mengusap keringatnya.
Nafas Andre langsung terengah-engah, rasa takut menghampirinya, dia sendiri pun tidak dapat melihat celah ketika Zack menghindar dengan begitu gesit.
"Zackly Adamar... Dia sekuat itu...?!"
"Akan kubuat kau menyusul Indra dan Eza..." Zack berdesis dengan tatapan mencekam, tiba-tiba muncul dari belakang.
Ezra langsung menerjang dan akan menyerang Zack dengan tangannya, namun Zack langsung menahannya dan akan menghantam kepala Ezra dengan kakinya, tapi berhasil dihentikan oleh Ezra sendiri.
"Biarkan aku bertanya hal ini." Ezra mengajukan pertanyaan sembari menahan kaki Zack yang akan mencapai kepalanya.
"?" raut wajah Zack menjadi penasaran.
"Kenapa kau membunuh Eza?"
Pertanyaan itu membuat Zack terdiam, tiba-tiba ingatannya berputar sesaat.
Masa lalu Zack (sementara)....
Dulu aku tinggal sendiri... Aku menginginkan seorang kakak, dan tiba-tiba seseorang datang kepadaku.
Indra Pramudya, dia yang tiba-tiba datang dan berkata bahwa dia adalah kakakku.
"Jadi kau Zack!" Katanya dengan tawa dan senyumnya yang ramah.
Meski kurang percaya namun aku sangat senang. Ia mengajariku tentang akademik, cara menaiki motor, cara bertarung, juga cara bagaimana berbisnis.
Aku benar-benar senang, aku ingin Indra Pramudya menjadi kakakku untuk diriku sendiri.
Sampai pada akhirnya...
5 tahun kemudian, beberapa bulan sebelum kerusuhan Tudung Merah.
Di perusahaan Pramudya...
Indra selesai dari pekerjaannya dan turun ke halaman kantor bawah, di sana ia melihat ada Zack.
"Lho? Zack?"
"Indra! Mau berkeliling dengan motor?" Tawar Zack.
Indra tersenyum, "Ayo! Itu bisa meringankan stres!"
Akhirnya mereka berkendara menggunakan motor dengan berbonceng.
Zack bertanya, "Hei Indra, bagaimana kalau nanti aku mengambil alih perusahaan Pramudya? Atau aku menjadi anak buahmu? Atau tangan kananmu?"
"Hm?" Tanya Indra.
"Ya? Karena itu penting bagimu, jadi aku ingin menjaga, membantu dan melindunginya. Yah, kurasa aku cukup andal setelah kau mendidikku." Kata Zack.
Indra berpikir sejenak, "Hmm... Yah? Aku memang ingin menyerahkan perusahaan Pramudya padamu... "
Zack tersenyum, Indra tiba-tiba berkata, "Dan kepada Ezra."
Deg... Zack tiba-tiba terbelalak.
"Kamu belum pernah ketemu Ezra, kan? Aku tahu kamu dari Eza! Namun entah kenapa Mamah tidak pernah mengatakan apapun soal kamu. Dulu sebelum aku dan Ezra bertemu Eza, si Eza tinggal sama kamu, kan? Sampai Mamah datang membawa Eza..." Indra mencoba mengingat kejadian beberapa tahun yang sudah lama sekali.
"Tapi Ezra kayaknya masih syok, setelah dia sering di rumah sakit menemaniku, ia jadi terpisah dari teman perempuan baru yang membuatnya sangat bersemangat buat anak seusianya. Haha!" Tawa Indra.
"Huh? Jadi... Dia bukan kakak asliku?"
Flashback off...
Zack menatap Ezra, "Ezra, akan kuberitahu rahasiaku..."
Andre tercengang mendengarnya, "Rahasia Zackly Adamar?"
"Indra tidak menjadi 'kakak' buatku. Lalu, tanpa rencana aku mendengar bawahanku malah membunuhnya. Tidak ada yang mirip dengan Indra selain dirimu..."
"Maka dari itu, aku akan membuatmu menjadi cangkang yang kosong, dan menjadikanmu kakakku..." Desis Zack sembari mencengkeram rahang Ezra.
Sedangkan Ezra yang terdiam tiba-tiba menatap Zack dengan tatapan sinis, "Apa itu alasan kau membunuh Eza?"
DUAK!!
Zack menghantam Ezra dengan kakinya, meninggalkan sedikit luka lecet di pipi Ezra.
Rizal, Januar, dan Andre terbelalak melihatnya, sedangkan Rina terkejut sembari menutup mulutnya. Hei, serangan itu yang menumbangkan Farel tadi! Syukurlah Ezra baik-baik saja.
Sedangkan Takagi hanya diam tidak memberikan lanjutan ekspresi, Ezra akan baik-baik saja, dia percaya itu.
"Eza, Eza, Eza... Eza lagi..."
Takagi terbelalak mendengar desis amarah dari Zack tiba-tiba menyebut nama sahabatnya.
"Kau merebut semuanya dariku! Ezra!! Maka dari itu, kau akan kuhabisi juga!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Charming [END]
Fiksi Remaja"Kau mau melarikan diri ya?" Hanya dengan kalimat itu saja membuat jantung Nakamoto Nana berdebar gugup tak tahu kenapa, mungkin karena kalimat itu hanya diucapkan oleh cinta pertamanya. Jangan salah, yang berucap demikian ialah kakak kelasnya, Ezr...
![Prince Charming [END]](https://img.wattpad.com/cover/290981259-64-k972687.jpg)