16- The real bocah menyebalkan!!

60 3 0
                                        

"Kau pasti sangat tertekan, kan? Pria Es Batu?" Tanya Takagi sambil memakan mi instan cup miliknya.

Ezra yang duduk didepannya sedikit menunduk, "Jangan terus diulangi, aku malu..."

"Berisik! Sok jual mahal!"
"Apaan sih?! Kamu cowok bukan?!!"

"Mas-masnya, kalau berisik bisa keluar saja, nggih." Ucap karyawan minimarket.

*(Nggih: ya)

Takagi terkejut, "M-maaf! Kami tidak sengaja!"

"Ini SP 1 nggih. Kalau sampai SP 3, mas-masnya di blacklist dari seluruh minimarket, nggih."

Ezra bergidik ngeri, "Deneng SP 1, sem.."

*(deneng: bisa sampai/kok bisa/ngeri bener (tergantung penggunaan dan pemahaman))

Setelah karyawan tersebut pergi, mereka makan sejenak untuk menenangkan diri.

Takagi melirik lelaki yang berusia 4 tahun lebih tua darinya itu, "Dari reaksinya dan obrolan sebelumnya... Pria Es Batu tidak tahu kondisi Nee-san yang sebenarnya."

"Mungkin ini arahan dari Nee-san kepada Rina-Nee dan pihak Pria Es Batu agar tidak ada yang memberitahu kondisi Nee-san kepada Pria Es Batu." Batin Takagi yang menganalisis dan analisisnya itu tepat sempurna.

Ezra meminum air dari tumbler yang dibawanya dan memberanikan diri bertanya, "Bagaimana keadaannya Nakamoto-san?"

"Hm? Kenapa bertanya?"

"Hah? Aku yakin penyebabmu mengirim pesan yang ingin memutuskan kontak kita pasti ada hubungannya dengan kakakmu, kan?" Tanya Ezra keheranan, jujur walau tidak mengatakannya, tapi Ezra merasakan sedikit ada aura yang sangat berat dan menekan dari Takagi.

Hampir saja Takagi tersedak, orang ini teliti juga.

"Ah, itu..." Takagi bingung, jangan sampai Ezra tahu kondisi Nana yang sebenarnya.

"Itu?" Ezra keheranan.

"Aku hanya bercanda." Ucap Takagi sambil memalingkan wajahnya.

"Hah?"

Takagi menghela nafas sambil berbalik, "Sudah kubilang aku hanya bercanda, apa kau tidak paham bahasa Indonesia-..."

Belum selesai Takagi bicara, dihadapannya lelaki itu sudah hampir terlihat seperti Slenderman. Kekesalan Ezra sudah mencapai overload hingga kekesalannya tidak dapat tergambarkan di wajahnya yang sekarang seperti tampang polos kayaknya Slenderman.

"P-pria Es Batu! Aku hanya bercanda! Maksudku, yah... Kau tahu?! H-hei, letakkan galon itu! Itu milik minimarket dan untuk dijual! Kursi dan korek apinya! Tolong tenanglah!" Takagi ketakutan dengan apa yang dilihatnya, namun dia tetap berpegang teguh tidak memberitahu yang terjadi pada kakaknya.

Tidak sampai 10 menit, mereka duduk tenang kembali karena keduanya telah diberikan SP 2 oleh karyawan minimarket.

"Kau tahu aku sampai demam karena hal itu?! Aku sampai sangat kepikiran!!" Tutur Ezra dengan wajahnya yang masih kesal.

Takagi hanya diam dan mendengarkan, "Tentu saja aku tahu, karena Rina-Nee yang mengatakannya..."

Ezra menghela nafas sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, "Aku tidak tahu kau bisa sejahil itu, benar-benar definisi 'Bocah Jahil'. Kau ini,"

"Heh!! Maksud?!"

"Karena... Aku menilai kau sepertinya benar-benar sangat dewasa, membuatku teringat seseorang..." Ucap Ezra dengan sedikit menunduk, jujur saja Takagi terlihat seperti...

Prince Charming [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang