38- Menyelamatkan

88 3 0
                                        

*Expected to read while the soundtrack goes*

Di markas Tudung Merah...

DOR! DOR!

Pertarungan antara Takagi dan Naren berlangsung begitu sengit sekali, diantara tubuh manusia yang terkapar di seluruh wilayah, ini menjadi pertarungan terakhir, kondisi selanjutnya ditentukan dari pertarungan ini.

Cekrek! Cekrek!

Takagi dan Naren mengganti pasokan peluru yang kosong dan memasukkan yang baru ke dalam pistol.

TAK!

Takagi mengunci pergerakan Naren, namun Naren langsung menembak tepat di wajah Takagi.

Dan untung Takagi langsung menghalangi peluru dan menangkisnya dengan pistol miliknya, pistol miliknya adalah pistol yang tidak mudah hancur meski ditembakkan peluru beruntun sekaligus.

Naren tersenyum menyeringai, "Kau benar-benar luar biasa, sangat tangkas! Apa benar kau itu murid kelas 6 SD?! Kemampuanmu seperti petarung andal!"

Takagi diam tak bereaksi, memberikan sebuah serangan tipuan dan langsung membidik tengkuk Naren, namun tiba-tiba otaknya memprediksi sesuatu, dan ia bisa melihat cara Naren menghindar.

Dan itu membuat Takagi terkejut, karena Naren langsung tahu niatnya, padahal tadi itu tipuan halus, "Inikah... yang dikatakan Pria Es Batu, kemampuan prediksi labil?"

Di villa keluarga Pramudya...

"Bagaimana kau bisa tahu aku menggunakan Nakamoto Takagi? Terlepas dari lisensi itu, dugaanmu luar biasa. Lalu mengapa engkau terlihat sangat marah?" Tanya Sevina dengan tersenyum tenang.

Dengan menahan marah, Ezra memejamkan matanya sembari menjelaskan, "Yang memberitahu soal hubungan Takagi dan Eza kepada Zack dan Naren, juga Ibu angkat yang meninggalkan Zack adalah Anda, Nyonya Sevina."

"Membiarkan semuanya terjadi sesuai prediksi anda, karena dengan mengorbankan Eza, maka Takagi akan bergerak dengan sendirinya untuk menyelesaikan Tudung Merah..."

Sevina tersenyum puas, "Kau memang keponakanku yang pintar. Namun, apakah ada bukti lain? Mengapa Tudung Merah bisa ada?"

Pemuda itu memandang matahari yang mulai terbenam, meninggalkan sang bumi Pertiwi dalam kegelapan, "Tudung Merah dulu adalah mantan pasukan teroris yang dikucilkan. Dan yang membantu mereka masuk ke Indonesia adalah Anda sendiri. Zack dapat memimpin mereka karena dia pernah menghabisi salah satu dari mereka hanya dengan tangan kosong."

"Alasan anda membuat Kirana terikut konflik ini agar keluarga Nakamoto mau bertemu dengan Anda sebagai wali korban yang bernasib sama, dan anda hanya tinggal bernegosiasi saja untuk penyelesaian masalah. Ini semua terjadi hanya untuk amplop itu, setelah amplop itu didapatkan, maka Tudung Merah tak anda butuhkan lagi. Makanya Takagi anda masukkan ke rencana sebagai akhir untuk Tudung Merah..." Jelas Ezra.

"Anda mendapatkan izin ini dengan memanfaatkan bocah jahil yang bergerak tanpa sadar dibawah permainan anda..."

Ezra kemudian berbalik agar segera pergi untuk ke tempat Takagi, dia tidak punya banyak waktu, tidak peduli jika para penjaga itu akan melubangi tubuhnya, namun lagi-lagi Sevina memanggilnya, "Ezra."

Tap... Langkah Ezra terhenti.

"Kau tetap disini. Atau, kau punya alasan buat tetap ke sana?" Tanya Sevina, dengan pengawal yang sudah siap menodongkan senjata kepada Ezra.

"Ada dua hal, Mamah. Pertama, Anda takkan mencelakai saya, bawahan Anda juga kok."

Sevina memiringkan kepalanya, "Kenapa bisa yakin sekali?"

Prince Charming [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang