Gadis mungil itu terdiam sejenak, ia tak kaget saat mendengar geng itu, "Tudung Merah... Ya? Bukankah semenjak Indra meninggal kau memutuskan untuk melupakan geng itu?"
"Namun, mengapa kau tiba-tiba membahasnya? Apakah telah terjadi sesuatu?"
"Zack, dia terlibat Geng itu. Bukan, lebih tepatnya ia adalah pemimpin Geng itu, masih... Menjadi pemimpin geng itu." Kata Ezra tanpa berbalik dari posisi baringnya.
"?!!" raut wajah Eza langsung kaget.
"Indra Pramudya, sudah lama aku tak mendengar namanya lagi. Sekitar 5 tahun yang lalu semenjak kepergiannya.." Ucap Ezra.
"Ezra?! Zackly Adamar... Dia terlibat Geng itu?! Bukan, dia pemimpinnya?! Dulu ketika kematian Indra, Tudung Merah adalah geng yang berdiri sendiri tanpa pemimpin! Kau bercanda kan?! Itu tidak lucu dan kau tahu itu!" Kata Eza dengan raut wajah serius.
"Apakah situasi ku ini seperti sedang bercanda?" Tanya Ezra dengan suara berat.
Eza tersentak, jarang sekali ia mendapati dirinya bicara dengan Ezra yang bersuara keras. Karena Ezra adalah tipe orang yang santai.
"Indra, Zack, kau, dan aku, kita berempat adalah saudara dengan status tiri kan? Indra adalah saudara seayah denganku namun beda Ibu. Sedangkan kau dan aku adalah saudara seibu namun beda Ayah. Akan tetapi, aku tidak tahu cerita hubungan kekeluargaan Zack dengan kita, dan alasan kenapa ia bertolakbelakang dari dirinya" Jelas Ezra.
"Hmm, dan kakak Ayahnya Indra dengan suka hati menerima kita di keluarga Pramudya, kudengar *Mamah satu-satunya anggota keluarga Pramudya asli yang tersisa" Jelas Eza.
(*= Ezra dan Eza memanggil Bibinya dengan sebutan Mamah/Mama.
"Ya, Mamah benar-benar baik. Dia bahkan memberikan alih perusahaan besar Pramudya yang ia bangun sendiri kepada Indra. Namun Indra tiada dan Mama akhirnya mengambil alihnya kembali.." Jelas Ezra.
Eza menatap kakaknya dengan agak ragu, akhirnya untuk memperjelas keingintahuannya ia pun bertanya, "Jadi, apakah... Soal Tudung Merah itu yang tadi kau bicarakan dengan Takagi?"
"Kau tidak perlu ikut campur. Kau perempuan." Kata Ezra.
"Hanya karena aku perempuan itu tidak akan pernah bisa mencegahku kau tahu? Zack saudara dengan Indra! Zack dekat dengan Indra! Kalian bertiga adalah kakakku! Biarkan aku turun tangan juga dalam hal ini! Aku bukan anak kecil yang dulu kerjaannya hanya memarahi kau dan Indra karena tidak mau makan!!" Desak Eza.
Seketika Ezra tersentak, pandangannya seketika memudar dan melihat bayangan Eza yang dulunya sering menangis dan marah-marah sekarang tumbuh sebagai gadis cantik dengan pemikiran dewasa ketimbang usianya, namun disisi lain, ketakutannya akan kematian Indra -yang bisa saja akan berdampak kepada Eza- tiba-tiba saja muncul.
Lelaki yang menduduki jabatan sebagai ketua osis di sekolahnya itu meninggikan suaranya, dengan menggunakan otoritas dan pengalamannya sebagai Ketua, "Kau sudah tahu kalau Zack dekat dengan Indra, kau sudah tahu tentang kita berempat adalah saudara tiri, kau juga tahu! Kalau Geng Tudung Merahlah yang telah membunuh Indra!!"
"Tapi, bukan berarti kau berpikir kalau Zack-lah yang membunuh Indra kan?! Karena Zack tidak mungkin membunuh Indra! Dia terlihat begitu frustasi dan depresi terpukul mengetahui Indra meninggal karena gengnya!" Kata Eza yang juga meninggi.
"Ya, karena itu adalah ulah Naren, si tukang perusuh yang ahli dalam memanipulasi orang. Aku yakin Zack juga sudah jatuh ke tangannya. Ada sesuatu yang ingin dicapai Naren sampai-sampai menggunakan Zack sebagai medianya... Rizal sendiri yang melihat bagaimana Indra dibunuh.." Kata Ezra dengan tatapan geram.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Charming [END]
Teen Fiction"Kau mau melarikan diri ya?" Hanya dengan kalimat itu saja membuat jantung Nakamoto Nana berdebar gugup tak tahu kenapa, mungkin karena kalimat itu hanya diucapkan oleh cinta pertamanya. Jangan salah, yang berucap demikian ialah kakak kelasnya, Ezr...
![Prince Charming [END]](https://img.wattpad.com/cover/290981259-64-k972687.jpg)