"Tidak Agnia, bukan itu yang ku maksud, aku juga kesal dengannya saat tau. Makanya aku menyembunyikanmu selama seminggu biar dia tau rasa."
"Oh itu, aku jadi ingat mendatangi kantormu dude. Kau harus tau Queen, Ares seperti mayat hidup karena tidak bisa menemukanmu." Brian terkekeh teringat saat melihat Ares menjadi sadboy untuk pertama kalinya.
Agnia hanya tersenyum mengejek ke arah Ares.
"Kalian jangan semakin menjatuhkan harga diriku." Ares kesal menatap dua pria di hadapannya.
"Aku puas mendengarnya." Agnia masih menggoda Ares.
Ares beralih menatap iris hijau itu. "Tapi aku berhasil menculikmu dibandara." Ares menang kali ini.
"Itu atas bantuanku, asal kau ingat." Leo tidak mau kalah.
"Berarti yang menembakku waktu itu rencana kalian?"
Ares merangkul bahu Agnia. "Aku tidak sejahat itu sayang."
"Itu salah satu musuh kita Queen, Kau harus berterimakasih pada Ares, semua musuh dunia gelapmu telah disingkirkannya dalam waktu satu minggu saat dia menghilang dan kau sibuk mencarinya."
"Kau menghilang karena itu?"
Ares mengangguk. "Aku lakukan apapun untukmu sayang."
Agnia hanya bisa memeluk Ares karena terharu dengan semua pengorbanan yang dilakukannya.
"Jangan senang dulu Queen, Ares malah memanfaatkan kepergiannya agar kau semakin terikat padanya. Kau ingat perubahan sikapnya dalam satu malam? Aku bahkan masih ingat kau bercerita kesal karena Ares menyetujui perjodohan itu. aku ingin tertawa keras saat itu tapi aku harus profesional."
"Lagi-lagi rencanamu Leo?"
"Kau yang bersikeras mau pergi dariku malam itu. Ingat? Sesuai perkatan Leo.
Queen tidak pernah ditolak dan dicampakkan sebelumnya, semua pria memuja dan mendambanya. Saat kau menolaknya disitulah dia akan mengejarmu dan tak akan berhenti sampai dia melihatmu bertekuk lutut di hadapannya."Agnia melayangkan tatapan membunuh pada Leo.
"And See perkataan ku benar Queen. Kau jangan menyalahkanku."
"Iya kau benar kali ini, pria disampingku malah gila mencariku saat aku hilang." Agnia tersenyum penuh kemenangan.
"Makanya jangan menghilang lagi sayang."
"Ini belum selesai. Jadi aku meminta Stevy memanasimu dan boom kau cemburu Queen." Semua orang disana tertawa.
"Sumpah akting mu bagus Stevy, aku sangat tidak menyangka" Agnia ikut terkekeh.
"Karena idemu aku hampir mati pagi itu dipanah Agnia." Ares memaki Leo.
Leo terkekeh, "dipanah cinta maksudmu kan."
"Leo !!"
"Sudah Queen aku bosan bersandiwara terus, aku tau semuanya." Leo terkekeh puas.
"Jujur aku takut saat dilapangan golf Ares merangkul pinggangku, tatapan Lady Agnie seperti mau menelanku hidup-hidup."
"Aku akan menyuruh Ares memakan Queen duluan sayang." Leo mengecup dahi Stevy.
"Aku dengan senang hati melakukannya. Iya kan sayang?" Ares mencium pipi Agnia.
"Kalian bermesraan seperti ini tidak memikirkan kami berdua?" Zenya yang dari tadi diam akhirnya bersuara.
"Kenapa kalian tidak pacaran saja. Kan beres," Leo menanggapi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Emerald Eyes
ChickLitAgnia Gayatri Purwoko, dokter yang membuat para kaum adam rela berpura-pura sakit, hanya untuk disentuh olehnya. Selalu menjadi pusat perhatian karena parasnya bagai dewi Rusia ditengah kota Jakarta. Tatapan mata emerald-nya membuat siapapun tertund...