27 - Yacht

7.2K 256 0
                                    

"Daddy mau istirahat, kalian lanjutkan saja. Tapi ingat, kau jangan menyakiti putri Daddy." Valero yang sudah berada di pintu berbalik lagi membuat Ares tidak jadi mencium bibir Agnia.

Agnia langsung menjauh, menetralkan detak jantungnya.

Ares berdecak kesal. "Pergilah Dad, kau menggangguku saja."

Valero menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Anaknya lalu pergi dari sana.

"Kita tidak bisa Res, ingat ada orang suruhan Ken di kastilmu."

"Biarlah dia tau kita bercinta sayang." Suara Ares memberat, tanda bahaya apalagi Ares menyimpan amarahnya.

Agnia berdiri dari sofanya. "Stop! Tidak ada bercinta lagi."

Ares cemberut, wajahnya membuat Agnia gemas. "Tapi sayang, kami merindukanmu."

"Kami? Kau dan-?" Ares melirik ke bawah dan polosnya Agnia mengikuti arah mata Ares.

Agnia memukul bahu Ares. "Astaga! pikiranmu kotor. Segeralah mandi kau bau keringat."

"Aku menang golf  juga demi kekasihku dan tak mendapat hadiah darinya, sungguh malang nasibku." Wajah Ares sedih dibuat buat.

"Aku tunggu dikamar, tapi kau harus mandi." Agnia melangkah ke pintu ruangan itu.

Ares menahan lengan Agnia, "Siap laksanakan My Lady." Ares mencium dahi Agnia bekas ciuman Ken. "Aku akan menghapus jejak pria brengsek itu."

"Bersiaplah sayang, kita akan pergi."

"Kemana?"

"Nanti kau juga akan tau. Ingat jangan pakai baju kekurangan bahan."

Agnia telah siap dengan dress berwarna putih, sesuai permintaan Ares, dress open shoulder dan terjuntai dibawah lutut. Agnia hanya memakai heels degan tumit tahu tiga senti.

Seorang maid memberi tau Agnia, jika Ares telah menunggunya di lapangan Helipad

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang maid memberi tau Agnia, jika Ares telah menunggunya di lapangan Helipad. Agnia sangat tau maksud Ares.

Dengan tidak sabaran Agnia berjalan ke sana, Ares dengan baju kemeja putih dengan dua kancing terbuka dan lengan digulung sampai siku dipadukan celana jeans selulut menunggu Agnia dipintu Helicopter.

Ares membelai wajah kekasihnya. "Kecantikanmu berkurang karena mata sembab ini sayang, aku akan menghancurkan siapapun yang membuatmu menangis."

Agnia tertawa kecil, "Jika kau yang buatku menangis apakah kau akan menghancurkan dirimu sendiri?" Agnia menaikkan sebelah alisnya.

Deg,

Ares terdiam beberapa saat. "Sayang mau mengendarai Heli?"

Agnia mengangguk semangat, "Mauu, ayoo."

Agnia fokus dengan mengemudikan helicopter, sementara Ares tak henti menatapnya."Apapun aku lakukan untuk melihat senyumanmu Agnia."

Agnia tersenyum malu, melirik Ares sekilas.

Emerald EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang