36 - Jour De Mariage

6.3K 231 2
                                    

Hari yang dinanti Agnia dan Ares tiba, mereka tengah berada di pulau pribadi wilayah Prancis. Meskipun tanpa restu Rama, Agnia bersikeras menikah. Agnia tak ingin Rama mengacaukan pernikahannya makanya tempat pernikahannya tersembunyi. Hanya orang terdekat yang hadir untuk menyaksika pasangan bangsawan itu. Pernikahan sederhana namun dihias penuh bunga menjadikan suasana romantis di pantai yang indah. Bunga mawar penuh menghiasi setiap inci pasir pantai.

Agnia berada di dalam kamarnya duduk di depan cermin besar mengamati riasan di wajahnya dengan detak jantung yang menggila. Feliks masuk ke dalam melihat cucunya yang sudah siap dengan gaun berwarna putih menjuntai menyapu lantai dihiasi penuh berlian. Hasil rancangan designer terkenal di Paris dengan harga yang fantastis.

Feliks mendekati Agnia mengeluarkan kotak beludru berwarna ungu dari saku jas nya, Memberikan kotak itu pada Agnia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Feliks mendekati Agnia mengeluarkan kotak beludru berwarna ungu dari saku jas nya, Memberikan kotak itu pada Agnia. Tanpa bertanya wanita itu langsung membukanya, melihat Kalung indah dengan liontin berbentuk hati yang dikelilingi kristal berbentuk bintang yang sangat kecil.

"Ini kalung mendiang Grandma mu, Agnie. Harusnya ibumu menerima ini, tapi Aku malah mengusirnya." Feliks terlihat penuh penyesalan mengingat kesalahannya.

"Sudah Granpa tak perlu menyesali masalalu kita. Kalung ini cantik, bisakah tolong pasangkan dileherku." Agnia mendongak menatap Feliks dengan senyuman khasnya.

Feliks menuruti kemauan Agnia, kalung itu tersemat indah di leher jenjangnya.

Kursi putih tersusun rapi dengan orang-orang yang menempatinya. Terlihat orang terdekat Agnia semuanya hadir termasuk Felicia adiknya. Semuanya berdiri saat melihat Agnia berjalan di pasir pantai tengah mereka penuh kelopak mawar putih. Wanita cantik itu menggandeng Feliks dengan senyuman terpancar diwajahnya.

Diujung sana telah berdiri pria tampan yang menyeka airmatanya melihat wanita paling dicintainya akan menjadi istrinya. Saat Agnia berada di hadapannya, Ares tak mampu lagi membendung rasa bahagia sekaligus haru, rasanya pria itu tak sabar untuk menarik Agnia ke ranjang. Ehh.

"Bahagiakan cucuku." Feliks berbisik pada Ares lalu beranjak bergabung dengan yang lain.

Upacara pemberkatan telah selesai, "Sekarang saatnya pengantin memberikan ciuman." Pendeta mempersilahkan.

Ares membuka veil yang menghalanginya memandang wajah cantik istrinya. Tanpa basa basi Ares meraih tengkuk istrinya melumat bibir Agnia penuh cinta. Agnia membalas tak kalah mesra, hingga riuh tepuk tangan menghentikan kegiatan keduanya.

"Selamat ya kalian, ingat karena aku kalian bisa bersatu." Leo terkekeh lalu memeluk Agnia, wanita itu memukul lengan Leo pelan sambil membalas pelukannya.

"Jangan terlalu lama memeluk istriku." Suara berat Ares terdengar serius.

"Anda cemburu padaku? Oh tidak, Maksudku Kau cemburu padaku?" Leo menaikkan sebelah alisnya menunjuk wajahnya sendiri.

Emerald EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang