26 - Tamu Agnia

6.7K 297 0
                                    

Agnia melihat buah buahan di atas meja makan lalu mengambil sebuah apel. Agnia menggigit Apel itu sambil berbalik, matanya membulat karena disaat bersamaan Ares menggigit apel yang sama di sisi berlawanan dengan mengedipkan sebelah matanya.

Astaga apa yang dilakukan pria bangsawan ini?

Setalah itu Ares menjauh tanpa bicara dan bersikap seolah tidak terjadi apa apa.

Hell...

Jantung Agnia hampir saja loncat dari tempatnya sedangkan pria ini bersikap biasa saja

Agnia menatap punggung Ares, dia terlihat mengagumkan dengan baju polo shirt abu abu dan celana hitam panjang.

Agnia menatap punggung Ares, dia terlihat mengagumkan dengan baju polo shirt abu abu dan celana hitam panjang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Agnia tanpa sadar mengikuti Ares ke halaman belakang mansion. Ternyata Pria itu bermain golf bersama Stevy, sedangkan Valero dan Kayana duduk memperhatikan mereka bermain.

Ada rasa sesak melihat Ares mengelap keringat Stevy di dahinya.

Agnia berusaha menguatkan hatinya yang sudah retak berhambur entah kemana.
Perempuan itu memutuskan ke lapangan sebelahnya, mengambil busur panah, namun terdengar namanya di panggil.

"Agnie?? Swetheart? Bergabung lah kemari nak."

Agnia menoleh mendengar panggilan Valero, lalu meletakkan busur panahnya mau tidak mau Agnia mendekati mereka tapi enggan melihat pasangan yang mesra di samping Valero.

"Morning Dad?"

"Kau sangat kelelahan hingga bangun kesiangan Agnie?"

"Sepertinya begitu Dad." Agnia tetap tersenyum, dia melihat dari sudut matanya Ares menatapnya dengan pandangan sulit diartikan.

"Bergabunglah main golf bersama kami,"

"Aku sangat ingin Dad tapi aku-"

"Dad tidak bertanya Agnie"

Agnia terpaksa mengangguk, tidak menggubris tatapan Kayana dan Stevy yang tidak suka dengan kehadirannya.

"Ah ya, ada tamu yang menunggumu. Hampir Daddy lupa memberi tau."

"Siapa Dad?"

"Kenapa kamu tidak bercerita kalau kita sudah bertunangan sayang?"

Deg

Suara itu? Ken? Kenapa pria iblis itu menyusul kemari?

Agnia melirik Ares sekilas, wajahnya datar tapi Agnia tau dari sorot matanya Ares seakan ingin membakar Ken hidup-hidup.

"Eh, Ken? Kapan datang? Kenapa tidak mengabariku?"

Ken memeluk Agnia dengan senyum penuh kemenangan menatap Ares.

"Aku memberimu kejutan sayang." Agnia melepaskan pelukan Ken yang membuatnya tidak nyaman.

Valero menatap Agnia dengan tajam seolah meminta penjelasan.

Emerald EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang