Ares jadi teringat beberapa waktu lalu saat Ares bertemu Leo di Rizell Group New York.
*Flashback*
"Anda harus bisa mendapat ciumannya untuk bertukar saliva dengannya dan mendapatkan sehelai rambutnya karena hanya DNA nya yang bisa menutupi keberadaan Anda dari permata hijau selebihnya biarkan saya yang mengurusnya."
"Sekarang dimana dia?"
"Masih di ruang CEO, nanti dia turun bersama pengawal karena saya beralasan masih ada meeting, anda harus menyakinkan wartawan kalau anda kekasihnya"
Ares mengangguk mengerti.
Tapi dengan bodohnya saat Leo berhasil membuat wartawan masuk dalam Rizell Group dan Ares berhasil membawa Agnia ke panthouse nya, malah Ares terbawa gairah memasuki inti Agnia dengan jarinya bukannya mencium gadis itu.
Alhasil Leo sangat marah dan tidak memberi tau keberadaan Agnia pada Ares hingga satu minggu. Tapi akhirnya Leo merelakan Agnia dibawa kabur Ares di bandara dengan penuh pertimbangan tentunya.
*Flashback off*
"Lord apakah anda mendengar tadi Queen bersama pria?" Leo bertanya ragu.
"Pria?"
Leo membuka ipadnya, dia sudah mengambil hasil record meeting barusan lalu memutar vidionya.
"Ada apa?" Ucap Agnia menoleh kesamping tapi tidak terlihat lawan bicaranya.
"Kita jadi makan bersama Queen?" Suara pria yang terdengar lembut dengan aksen yang khas.
"Nanti aku menyusulmu."
Ares dan Leo terus memutar ulang vidio itu. Ares sudah mengepalkan tangannya, membayangkan Agnia berdua dengan pria.
"Kau dengar aksen bicara pria itu? Sepertinya aku seperti pernah mendengarnya."
"Tidak, aku hanya tau dia memakai bahasa inggris. Seluruh dunia menggunakan bahasa inggris bagaimana mencarinya."
"Hm sulit, tapi kita harus menjaga rahasia ini jangan sampai ada yang tau Agnia hilang."
"Itu sudah saya pastikan. Saya akan menyusuri setiap pantai di dunia."
"Tunggu, bukannya aneh Agnia terang-terangan menunjukkan keberadaannya di pantai?"
Leo berpikir sejenak, benar juga Agnia bahkan tau Leo sedang mencarinya.
Dia pernah cerita sangat ingin mengunjungi negara apa?"
"Seingatku Paris dan New york."
"Bukan mengunjungi lebih tepatnya ingin tinggal disana?"
"Queen menyukai pantai dan itu sebabnya dia membeli beberapa pulau pribadi dan wajar dia membawa sea plane agar bisa mendarat di laut dengan mudah."
"Masuk akal. Tapi apakah Agnia semudah itu ditebak?"
"Maldives, tujuan utama saya, anda mau ikut?"
"Tidak, kita berpencar saja."
"Ide bagus."
Dibelahan dunia lain, Agnia dibalut coat tebal berwarna coklat dengan syal yang melingkar dilehernya, bersantai di balkon kamarnya memandang keindahan dihadapannya sambil menyeruput coklat hangat, membayangkan betapa bodohnya Leo mencarinya di pantai seluruh dunia. Tanpa sadar Agnia tersenyum.
Mungkin Agnia lupa dia membenci Leo.
Seseorang mengetuk pintu kamarnya. "Queen?"
"Ya masuk saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Emerald Eyes
ChickLitAgnia Gayatri Purwoko, dokter yang membuat para kaum adam rela berpura-pura sakit, hanya untuk disentuh olehnya. Selalu menjadi pusat perhatian karena parasnya bagai dewi Rusia ditengah kota Jakarta. Tatapan mata emerald-nya membuat siapapun tertund...
