''Di bawah batu nisan ini
Kau t'lah sandarkan
Kasih sayang kamu
Begitu dalam
Sungguh ku tak sanggup
Ini terjadi karena ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku
Melihat kamu
Jatuh air mata
Ku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
S'lamat jalan kasih''
.
''Tentang luka abadi dan gugurnya sang pemeran utama.''
.
S
emua yang ada di dalam kerumunan itu mulai saling bertanya. Sebagian orang yang memang sejak awal tidak tersangkut kasus apa apa hanya mampu bertanya tentang kehebohan apa yang terjadi tadi pagi.
Lain halnya dengan mereka yang memang sadar jika selama ini mereka memang salah. Selain memilih diam dalam gemetar, mereka hanya mampu menangis takut di dalam hati.
Renatta meremas ujung roknya hingga kusut. Nada bicara Al terdengar begitu kuat dan tajam, namun gemetar dalam satu waktu. Apa laki laki itu takut? Tapi kenapa?
Atau Al terlalu marah hingga ia tidak tau harus melakukan apa untuk meredakan marahnya.
Entahlah, tidak ada yang mampu membaca raut wajah ketua osis itu sampai saat ini.
''Kalian semua pasti kenal dengan gadis bernama Seenara.'' Al melanjutkan ucapannya setelah beberapa detik mengatur deru nafasnya. Terlalu marah ia berada di tempat itu.
Beberapa orang terlihat mengangguk pelan pertanda kalau mereka benar benar menyimak ucapan Al.
''Kalian juga pasti tau kalau cewek pecicilan itu adalah anak kandung Danis Airlangga, pemilik sekolah yang kalian injak halamannya saat ini.''
Semua diam menyimak, bahkan para guru pun tidak ada yang bertanya lagi. Mereka memilih membiarkan Al melakukan apa yang dia mau.
''Yang sayangnya adalah kepala dari semua permasalahan yang terjadi di SMAGARSA.''
''Induk awal yang melatarbelakangi kasus kasus pembullyan, kekerasan dan segala macam tindak kejahatan di dalam lingkungan sekolah.''
Al turun dari tempatnya berdiri. Berjalan mendekati kerumunan, masuk ke dalamnya dan berhenti di depan seorang anak laki laki berbadan besar. Dadanya naik turun tidak beraturan. Sesak mendominasi saat rasa marah semakin besar terasa.
Ia menatap Reksa nyalang, seolah ingin menikam laki laki itu dengan tatapannya. Tapi yang terjadi hanya rasa sakit yang semakin sakit.
''Sekarang dia di tangkap polisi, bersama kepala sekolah kita tercinta yang ternyata adalah oknum yang terlibat dengan masalah ini.'' Ucap Al sembari berbalik dan berujap pada seluruh warga sekolah yang saat ini pandangannya tertuju padanya.
''Danis Airlangga mengakui dengan tegas bahwa ia memang bersalah dan pantas untuk di hukum.'' Lanjutnya.
''Kalian tau apa yang dia bilang sesaat sebelum ia benar benar dimasukkan ke dalam jeruji besi?!''
Al kembali menghadap kepada Reksa dengan tubuh bergetar hebat.
''Tolong jaga putriku, dia tidak tau apa apa tentang kejahatanku. Dia gadis yang sangat baik,''
''Lo tau? Cewek yang tadi pagi kalian pukulin rame rame, cewek ringkih yang bahkan nggak bisa minta tolong saat kalian semua tendang dia, jambak rambut dia, injek injek badan dia.''
KAMU SEDANG MEMBACA
ECCEDENTESIAST [✔]
Roman pour Adolescents"Papa pura pura sayang ya sama aku, 15 meniiitt aja. Biar aku tau rasanya punya papa yang sayang sama aku, walaupun cuma pura pura." Seena mengerti seperti apa kehidupan yang ia jalani saat ini. Sebuah kehidupan dengan dirinya sebagai peran utamanya...
![ECCEDENTESIAST [✔]](https://img.wattpad.com/cover/258382010-64-k388515.jpg)