Part 35 : Optimis, Hidup Masih Berlanjut!

547 81 63
                                        

Aku cuman mau nanya serius, kalian maunya akhir cerita ini kayak gimana? Sad atau happy?

Soalnya rencanaku cerita ini cuman sampai part 40. Atau mau diperpanjang? Nanti kalo diperpanjang yakin kalian gak bosen?

Nah, bagusnya mau ada trailer gak buat cerita ini? Atau jgn ada trailer? 😫😫😫

Soal trailer aku belum nemu lagu yg pas, jadi ada yg mau merekomendasikan?

Bagusnya bikin 3 video atau disatuin aja?

🌷🌷🌷

(Lagu Rekomendasi)

Yakinkah kuberdiri
Diamlah tanpa tepi
Bolehkah aku
Mendengarmu

Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku
Merindukanmu

Terpurukku di sini
Teraniaya sepi
Dan ku tahu pasti
Kau menemani

Dalam hidupku
Kesendirianku

Teringat kuteringat
Pada janjimu kuterikat
Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati

Peduli kupeduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati

Inikah yang kau mau
Benarkah ini jalanmu
Hanyalah engkau yang kutuju

Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadirmu

Dalam gelapnya
Malam hariku

Teringat ku teringat
Pada janjimu ku terikat
Hanya sekejap kuberdiri
Kulakukan sepenuh hati

Peduli kupeduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
Sandaran hati

(Ini lagu bener² dalam maknanya 😫)

🌷

Tidak semudah itu menjalani hidup saat orang yang menjadi prioritas pergi jauh ... Yang Satria rasakan tinggal bayangan dan kebingungan.

Seakan tak mempedulikan dirinya sendiri yang demam tinggi, Satria malah tak kunjung meredakan tangisnya. Ia duduk berhadapan dengan Tanjung yang menatapnya tajam.

"Istigfar!" tegurnya saat Satria tidak berhenti memanggil nama Ananta. Satria hanya pasrah ketika Tanjung meninggikan suaranya hanya untuk menghentikan tangis itu.

"Gak bisa Mas, Satria gak ikhlas ditinggal Ananta! Gak mau ... Sakit ..." lirihan Satria dalam isakannya pagi ini. Kedua tangannya sedari tadi sudah Tanjung pegang dengan kuat karena adiknya tak kunjung tenang. Matanya sudah bengkak memerah serta air mata itu membuat matanya mengering.

"Sakit!" bentaknya yang masih mencoba melepaskan diri dari tangan Tanjung yang mengunci pergerakannya. Ia bukan kesakitan karena cengkeraman Tanjung melainkan hatinya masih perih dan tak akan siap membayangkan hari-harinya tanpa Ananta.

enfermedad [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang