Part 40 : Rasanya Baru Kemarin

404 63 61
                                        

Untuk segala kekurangan dalam part ini, mohon dimaafkan. Selamat membaca. Bantu ramein, yuk! Vote dan komennya

💉💉💉

Ketika kita mengharapkan hal indah kemarin tetap berlangsung dan terus menerus datang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ketika kita mengharapkan hal indah kemarin tetap berlangsung dan terus menerus datang.

💉💉💉

Nalendra menggelengkan kepala atas ajakan yang Fahri lontarkan, ia mengedarkan pandangan pada keadaan sepi di sekitar taman rumah sakit sore ini, “Nanti aja, Nalendra dari tadi pagi lemes terus. Dokter Zafran gak ngizinin Nalendra pulang. Sekarang aja bolos lagi sekolahnya …”

“Syukurnya lo bisa ngobrol bareng gw di taman sekarang …”

Dengan anggukan, Nalendra kembali menoleh pada pemuda yang duduk di kursi panjang, “Iya, jadi ada apa Bang Fahri ke sini?”

“Kepengen curhat aja.” Ramah sekali Fahri sore ini, senyumannya mengembang seraya membalas tatapan Nalendra dengan hangat.

Ketika sudah mendapat lampu hijau, Fahri pun mulai bercerita. Ia arahkan pandangannya pada awan gelap yang menggulung bergerak mengiringi matahari untuk terbenam perlahan-lahan. Kedua tangannya ia lipat di depan dada sambil menyandarkan punggung nyamannya dan kaki yang ditumpangkan ia ayun-ayunkan.

“Gw sebenernya udah beberapa kali ngelakuin tindakan bunuh diri. Cuman sayangnya nyawa masih gak mau lepas.” Kekehnya mendapat tatapan terkejut dari Nalendra. Pemuda yang duduk di atas kursi roda itu menoleh dengan mulut sedikit terbuka, menatap dirinya tak percaya.

“Mungkin Bang Fahri bakalan meninggal bukan karena bunuh diri, makanya gagal terus.”

Iya mungkin. Kalo gw sendiri di kamar, pikiran gw emang selalu kacau. Tapi pas ngobrol sama lo dan Ananta, semua kemauan untuk mati hilang.” Tandasnya lagi-lagi dengan senyuman yang manis ia perlihatkan.

“Dulu, gw coba pake benda tajam buat bikin sakit gw kambuh, lagi-lagi Dokter Zafran berhasil buat mencegah gw mati.”

Fahri kini menggelengkan kepala tak habis pikir dengan usaha gilanya demi nyawa itu hilang.

“Pokoknya banyak banget kesalahan gw selama hidup.”

Sejenak, suara helaan nafas terdengar, Fahri mengubah posisi duduknya menjadi menghadap sepenuhnya pada Nalendra, dengan serius ia berucap, “Len, maafin gw kalo selama kita kenal, gw banyak salah.”

“Kemarin saat gw drop, gw baru ngerasain ternyata sakit itu gak enak”

Nalendra lagi-lagi tak mampu menanggapi, lantas ia perlihatkan senyum kakunya sebelum balas menyauti ucapan Fahri, “Bang Fahri ceritanya gak jelas … emangnya dulu sakitnya Bang Fahri rasanya manis? Bang Fahri sering ngedrop, kan?”

enfermedad [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang