✨
_________________________________
Haechan | Yangyang | Jisung
_________________________________
Cerita tentang kita yang tak sempurna ✨
Saling menggenggam satu sama lain,
Saling berangkulan untuk menghadapi tantangan,
Tak peduli berapa juta detik...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setengah jam lebih Satria terduduk. Menatap rintik hujan yang turun perlahan. Awan hitam diatas sana tak kunjung membuatnya takut jika hujan akan semakin deras.
Ia melirik pada seseorang disampingnya. Menarik kedua sudut bibirnya sampai melengkung indah lalu meraih tubuh adiknya dengan erat.
"Nan, semua orang sekarang mulai gila. Mereka bilang, kamu udah gak ada. Terus sekarang yang Mas peluk siapa?"
"Ananta." jawab orang yang Satria peluk.
"Heem. Mas kangen. Kamu kemana aja? Jangan lupa kemo, ya?" ucapnya meresapi setiap hembusan angin yang menyentuh permukaan kulit serta mampu menerbangkan helaian rambutnya.
"Kok dilepas?" tanya yang lebih tua ketika adiknya melepas pelukan lalu menatapnya sendu. Tampak binaran kecewa yang terlukis pada kedua netra itu. Bibir adiknya melengkung ke bawah lalu menunduk lesu.
"Nan? Rambut kamu semakin bagus ... " lanjutnya memuji sang adik seraya menyusap rambut legam itu.
Detik berikutnya, Ananta menoleh dengan senyuman.
"Ananta udah sembuh, Mas." bisiknya.
"Nan,"
"Ananta udah sembuh ..." ia dengan cepat memperjelas. Berusaha untuk meyakinkan Satria bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi dari dirinya. Ia sudah benar baik-baik saja.
Perlahan kedua tangan Ananta terangkat, membiarkan bulir-bulir air hujan menyentuh dan tergenang diatas telapak tangannya, kemudian ia berucap, "terus, kenapa Mas ada disini? Mas masuk ke rumah, ya. Ini hujannya makin deras."