Vote komennya dungs supaya aku semangat ^.^
****
Langit menggelap. Angin malam bertiup kencang dan dingin. Langkah Bella makin sempoyongan, spontan gadis cantik itu menguap dengan lebar sampai mengeluarkan suara. Bella langsung menutup mulut, takut binatang kecil masuk.
Sesekali, Bella mengucek-ucek matanya yang terasa sangat berat hingga tak sengaja Bella menemukan sileut bayangan hitam yang tak jauh dari tempatnya.
Bella membelalakkan mata. Ia sedang tak berhalusinasi kan? Seseorang yang Bella tak tahu siapa tengah berdiri di ujung tepi pembatas atap disana. Mau melakukan bunuh diri kah? Tentu saja, Bella panik detik itu juga.
Spontan, langkah Bella berlari sekuat mungkin kesana seraya berteriak. "Jangan bunuh dirii! Dosa tahuu, berhentii jangann!" Bella sangat panik dan khawatir di waktu yang bersamaan.
Saat itu juga, Bella menangkup tubuh seseorang itu dengan kedua tangannya, menarik kepelukannya dengan satu kali hentakan. Dan hal yang tak terduga terjadi, Bella dan seseorang itu terjatuh dengan posisi Bella yang ditindih membuat mereka bisa sama-sama mendengar sangat jelas detak jantung masing-masing yang berdebar tak karuan. Detak refleks, karena terkejut.
Bella meringis merasakan tubuhnya yang langsung dihantam oleh tanah. Bella memejamkan mata menahan rasa sakit. Perlahan, Bella membuka matanya, waktu terasa berhenti saat mata coklatnya bertabrakan dengan mata biru cowok di hadapannya.
Hingga beberapa saat, mereka hanya saling bertatapan tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut keduanya. Tatapan mata mereka begitu dalam dan lekat.
Gugup. Bella terulur memegang dadanya sendiri, jantungnya berdetak tak normal, hatinya berbunga-bunga. Seakan tak percaya dengan apa di depannya sekarang. Bolehkan Bella berteriak saking senangnya, ternyata pujaan hatinya jauh lebih tampan kalau dilihat dari dekat seperti ini.
Titt Titt Titt. Gelang di tangan Bella berbunyi, memenuhi keheningan dan memutuskan pandangan keduanya.
Albiru mengerjapkan mata ketika kesadaran kembali merenggut jiwanya. Dia mendorong kasar kaki Bella yang menghalanginya untuk bangun. Cowok itu terduduk di atas tanah dan menyibak rambut gondrongnya yang menutupi dahi, decakan kecil pun terdengar kesal.
Berbeda dengan Bella. Kedua pipi Bella masih bersemu merah, Bella terlihat seperti kepiting rebus! Tentu saja, Bella langsung mengontrol diri namun juga tersadar dengan kejadian beberapa menit yang lalu. Jadi Albiru mau bunuh diri?!
"Shhh," Albiru berdesis kecil, rasa sakit dikepala karena kecelakaan itu kembali menusuknya, menghantam kepalanya rasanya seperti tertikam belati, membuat kepala cowok itu pusing minta ampun.
Beriringin dengan itu sebuah pukulan berupa kepalan jari memantul di dadanya berkali-kali. Tangisan keras pun dikuti mengaum menusuk indra telinga, membuat Albiru berdecak karena terasa panas.
Bella menangis keras, posisi Bella sudah terduduk berhadapan dengan cowok itu. "Al mau ngapain sih berdiri disitu, Al mau bunuh diri ya, Al kok kayak gitu sih. Al mau ninggalin Bella? Bella nggak izinin Al ninggalin Bella, Al itu harus selalu disamping Bella, Bella nggak mau Al pergi. Pokoknya hikss hikss Al harus hidup biar disamping Bella terus, Al gila?! Tindakan Al hiks bodoh banget, Al jahat mau ninggalin Bella, jahat nggak mikir perasaan Bella, Bella nggak mau Al bunuh diri, nggak boleh hikss?!"
Kini Bella berhenti memukul dada bidang Albiru. Bella hanya mencengkeram kuat jaket hitam milik Albiru dengan tangis yang masih belum berhenti. Sesegukan keras.
Albiru mengerjabkan kedua matanya sekali, raut wajahnya tak berekspesi sama sekali. Di benaknya mulai muncul berbagai pertanyaan. Siapa gadis aneh di hadapannya ini? Apa ia pernah melihat gadis ini atau pernah bertegur sapa?

KAMU SEDANG MEMBACA
ALBIRU | MY HUSBAND IS CLASS PRESIDENT
Teen Fiction⚠️PART TERBARU AKAN MUNCUL KALAU KALIAN SUDAH FOLLOW⚠️ "𝓢𝓮𝓹𝓪𝓼𝓪𝓷𝓰 𝓵𝓾𝓴𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓹𝓪𝓷𝓭𝓪𝓲 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓽𝓾𝓹𝓲 𝓭𝓾𝓴𝓪." - 𝓢𝓪𝓯𝓲𝓻𝓪 𝓡𝓜, 𝓐𝓵𝓫𝓲𝓻𝓾 "Ah ya gue punya istri buat diajak mati bareng." "Ayang Al kenapa ngomong gitu? Kok...