PENEMBAKAN MAUT - 20.
HALOO SEMUANYA, SAFII DATANG💃👻🌼😗🌚😎🙊🙉💩🤑😽😼😻😸
----------------
Hargai penulis, hanya dengan memberikan vote serta comment. Cerita ini nanti juga mengandung beberapa unsur kekerasan yang tidak patut untuk ditiru.So, happy reading
*
*JANGAN SIDERS YA GENGS. RAMEIN KOLOM KOMENTAR SETIAP PARAGRAFNYA JANGAN LUPA🤑
Target ^^ bismillah 40 VOTE & 50 KOMEN (TARGETNYA MUDAH BANGET 😭, UDAH PALING GAMPANG MASAK GAK BISA TEMBUS. SEDIH 😭. MOGA BISA TEMBUS DAN SAFII BISA UPDATE LAGI. DIMOHON JANGAN SIDERS YA BESTI, BIAR ALBIRU UPDATENYA SERING DAN SAFII JUGA SEMANGAT BUAT UPDATE: ()
ABSEN DULU HAYUK, PEMBACA ALBIRU DARI KOTA MANA AJA?
****
Alsaki memberontak saat tubuhnya ditarik-tarik dengan kasar saat memasuki sebuah ruangan. Cowok itu sudah merasa tak nyaman dengan penutup kain hitam diatas kepalanya.Sesak napas sudah dirasakan oleh Alsaki lantaran pasokan udara segar disekitarnya perlahan-lahan terkikis. Sekujur tubuhnya hampir saja tumbang kalau saja tidak dipegang oleh dua orang disampingnya yang sama sekali tak Alsaki kenali. "Akh lepasin gue, gue sesak napas woiiii. Lepasin, gue bisa ma—
Alsaki terdiam saat penutup kepala itu akhirnya terlepas. Alsaki pun menghirup udara dengan rakus, dan bisa bernapas dengan lega. Ketika membuka kedua matanya yang sejak tadi terpejam membuat Alsaki langsung termundur beberapa langkah ke belakang terkejut, saat Alsaki menemukan dirinya berada didalam ruangan yang gelap gulita, tak ada secelah cahaya apapun.
Sekujur tubuh Alsaki detik itu juga berkeringat dipelipis, gemetar dan tangan menjadi sangat dingin disertai dengan jantung berdegup kencang. Alsaki memeluk tubuhnya sendiri, bulu kuduknya naik semua. Alsaki takut dengan hantu.
"Gue dimana? Gue siapa? Ini di mana sih? Ihhh gue takut kok gelap bener disini. Woiii, ada orang nggak sih? Apa mereka udah tinggalin gue sendiri disini? Terus nanti tubuh gue di cincang boba, terus organ-organ di dalam tubuh gue dijual. Gak, gak gue nggak mau!" teriak Alsaki histeris, sangat ketakutan.
Alsaki mengedarkan pandangannya kanan dan kiri, hanya untuk mencari seseorang disini meskipun di retina matanya dipenuhi dengan kegelapan. Cowok itu sangat panik.
"Ck, les? Belajar?"
Alsaki menajamkan pendengarannya. Alis tebalnya saling bertaut. Cowok itu seperti tak asing dengan suara yang cukup mencekam itu. Penerangan pun mulai berdatangan, cahaya sudah mengisi ruangan pengap ini.
Saat itu juga, Alsaki kehilangan pijakan, kedua lututnya melemas saat menemukan seseorang yang berada di kursi kebangaan, tepat berhadapan dengannya. Tubuhnya yang mendadak terjatuh di lantai dingin itu mundur menggunakan pantat ke belakang.
Alsaki meneguk ludahnya susah payah. Ketika mereka bertatapan. Alsaki dengan mata yang memancarkan ketakutan sementara yang berada di kursi raja itu menatapnya dengan tajam layaknya psikopat.
Apalagi ketika Alsaki melihat garis luka dibawah mata seseorang itu, semakin menambah sisi menyeramkan disana. Alsaki merasa cemas, khawatir, was-was, gelisah dan takut, bercampur aduk menjadi satu. Cowok itu tak percaya akan diculik seperti ini.
Alsaki menelaah pandangan ke sekitar. Tak hanya seseorang di depannya saja yang menyeramkan, tetapi ruangan ini juga sangat menakutkan dan membuat tubuhnya semakin merinding. Ruangan ini dipenuhi dengan kepala tengkorak berwarna-warni dan beberapa senjata yang amat tajam dan mematikan.

KAMU SEDANG MEMBACA
ALBIRU | MY HUSBAND IS CLASS PRESIDENT
Teen Fiction⚠️PART TERBARU AKAN MUNCUL KALAU KALIAN SUDAH FOLLOW⚠️ "𝓢𝓮𝓹𝓪𝓼𝓪𝓷𝓰 𝓵𝓾𝓴𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓹𝓪𝓷𝓭𝓪𝓲 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓽𝓾𝓹𝓲 𝓭𝓾𝓴𝓪." - 𝓢𝓪𝓯𝓲𝓻𝓪 𝓡𝓜, 𝓐𝓵𝓫𝓲𝓻𝓾 "Ah ya gue punya istri buat diajak mati bareng." "Ayang Al kenapa ngomong gitu? Kok...