BAB 31. PENCERAIAN

481 42 105
                                    


HALOO SEMUANYA, SAFII DATANG

________

ADA YANG KANGEN GAK? HIHI

BTW, JANGAN LUPA TETAP BERI DUKUNGAN HANYA DENGAN MEMBERIKAN VOTE SERTA KOMEN.

FOLLOW WATTPAD AKU JUGA KARENA BEBERAPA BAB BAKAL SAFII PRIVATE

So, happy reading

***

DI MOHON JANGAN SIDERS YA GENGS.

RAMEIN KOLOM KOMENTAR SETIAP PARAGRAFNYA BIAR ALBIRU UPDATENYA SERING DAN SAFII JUGA SEMANGAT BUAT UPDATE: ()

BANTU RAMEIN, BANTU PROMOSI HIHI
TINGGALIN JEJAK KALIAN DISINI SBLM BACA. BACA KOMEN KALIAN ITU PALING MOOD!

WARNING!

50 KOMEN & 50 VOTE

KALO BELUM TEMBUS TARGET, SAFII GAK AKAN NEXT DULU

****

Tak hanya itu, setelah bentakan dari Deston. Deston langsung mendorong Bella dengan keras sehingga membuat tubuh Bella yang begitu munggil tak berdaya itu harus tersungkur ke aspal dengan posisi yang mengenaskan dan juga berkali-kali menendang kaki Bella hingga membuat Bella menjerit menahan kesakitan. Bella hendak mengelak tapi tak kuasa melakukan itu saking lemah tubuhnya.

Tin! Tin!

Bella melebarkan matanya saat melihat sebuah truk tangki berukuran besar melaju dengan kecepatan tinggi, tepat di tempatnya terjatuh.

Gadis itu hanya bisa pasrah dengan kematian yang akan menghampirinya, ia memejamkan mata sekuat mungkin diselingi dengan ketakutan yang begitu hebat.

Sedetik kemudian, napas Bella semakin sesak. Ia terbatuk hebat. Jiwanya seakan ditarik keluar dari dalam raga. Detik selanjutnya, mata Bella terpejam sayu.

Gelap memenuhi dunianya.

Bugh! Brak! Brak!

Tubuh Bella tersentak pelan seakan baru saja melayang ke udara lalu terhempaskan begitu saja, tak menyentuh tanah, tak juga merasakan sakit di tubuhnya.

Kini yang Bella rasakan hanyalah dekapan erat dari seseorang yang tak diketahui Bella lantaran masih memejamkan mata ketakutan.

Bertepatan dengan itu, terdengar suara hantaman yang begitu keras nan nyaring dari samping tubuh keduanya. Benar sekali, ada seseorang yang dengan mudah mengangkat tubuh Bella yang kurus ke tepi jalan hingga kecelakaan itu tak terjadi.

Sosok yang tak dikenal dengan sarung tangan motor yang masih terpasang sempurna dikedua tangannya, juga menggenakan pakaian serba hitam dilengkapi tudung hoodie yang menutupi kepalanya itu mencengkeram pinggang ramping Bella yang dia rangkul.

Kemudian, tangan berurat itu menepuk-nepuk keras pipi cubby Bella dengan tak santai.

"Oi sadar bego, jangan kebanyakan mimpi."

"Lo berat, bodoh!" umpatnya kasar. Lalu melepaskan tubuh Bella begitu saja dari genggaman hingga terbentur di aspal langsung dihadiahi rintihan dari bibir Bella.

Sementara sosok tinggi itu menegakkan tubuhnya, berbalik hingga pandangannya jatuh kearah Deston yang masih membeku tak percaya dengan kejadian barusan, juga gelagapan saat sorotnya bertemu dengan sorot asing yang begitu mematikan itu membuat langkahnya termundur beberapa langkah ke belakang seakan-akan kematian menghampirinya.

ALBIRU | MY HUSBAND IS CLASS PRESIDENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang