BAB 32.(2) DIBUNUH?

356 42 170
                                    

HALOO SEMUANYA, SAFII DATANG

----------------

Hargai penulis, hanya dengan memberikan vote serta comment.

Cerita ini nanti juga mengandung beberapa unsur kekerasan yang tidak patut untuk ditiru.

Follow Wattpad Safii ya karena beberapa bab bakal Safii private

So, happy reading

***

DI MOHON JANGAN SIDERS YA GENGS. RAMEIN KOLOM KOMENTAR SETIAP PARAGRAFNYA BIAR ALBIRU UPDATENYA SERING DAN SAFII JUGA SEMANGAT BUAT UPDATE: ()

BTW, DUKUNG TERUS CERITA INI YA SAMPE TAMAT

BANTU RAMEIN, BANTU PROMOSI HIHI
TINGGALIN JEJAK KALIAN DISINI SBLM BACA. BACA KOMEN KALIAN ITU PALING MOOD!

WARNING!

50 KOMEN & 50 VOTE

KALO BELUM TEMBUS TARGET, SAFII GAK AKAN NEXT DULU

****





Rahang cowok itu mengetat, tatapannya semakin menajam. Amarahnya memuncak seakan membakar tubuhnya. "Gue mau cerai. Dan lo harus setuju dengan keputusan gue kalo gak pistol kebanggaan gue ini bakal meledak ditengkorak lo sekarang juga!" sentaknya dengan nada tinggi, sambil menekan pistol itu di tempurung kepala Bella. Lingkupan kegelapan semakin terpeta mengerikan di raut wajah Albiru.

"Ce—rai?"

Detik yang sama.

Titt Titt Titt

Gelang yang bertengger manis di pergelangan tangan Bella berbentuk seperti jam berbunyi layaknya alat monitor.

Bella menggigit bibirnya saat tiba-tiba merasakan sakit di bagian dadanya. Seperti tercekik, gadis itu kesulitan bernapas. Dia meremas dadanya, napasnya masih tidak teratur dan semakin susah untuk menghirup oksigen di sekitarnya.

Bella meringis tertahan dengan tangan yang meremas dadanya semakin kuat. Detik jantungnya pun tidak beraturan. Bella menarik napas panjang lalu diembuskan secara perlahan. Hal itu Bella lakukan berulang kali hingga detak jantungnya kembali normal. "Se—bentar...."

Tubuh Bella membungkuk untuk menyembunyikan wajahnya yang kesakitan dari Albiru. Beberapa langkah pun sudah termundur ke belakang ketika Bella merasa ini tidak boleh terjadi di depan Albiru.

Suaminya tidak boleh tahu, apapun itu tidak boleh. Namun untuk sejenak Bella sempat menatap kearah suaminya dengan tatapan rapuh yang berkaca-kaca.

Gadis itu menelisik tatapan Albiru yang kentara sekali kebingungannya, detik itu juga Bella menggeleng keras di sela-sela rasa sakitnya yang semakin menjadi-jadi.

"Lo—

Bella langsung menjauh tanpa menunggu ucapan Albiru selanjutnya. Gadis itu susah payah melangkahkan kakinya dengan cepat agar Albiru tak bisa menanyakan apapun padanya.

Lain hal dengan Albiru yang merasa dejavu dengan tingkah Bella barusan, dia seperti pernah di posisi seperti ini. Spontan, Albiru mengumpat kasar ketika dia mengingat kejadian itu.

Tanpa berpikir panjang lagi, cowok itu langsung mengejar Bella dengan menambahkan kecepatan kakinya agar bisa menggapai gadis itu dengan mudah. Tak dielakkan lagi rasa penasarannya, kenapa Bella suka tiba-tiba berlari seperti itu?

ALBIRU | MY HUSBAND IS CLASS PRESIDENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang