HALOO SEMUANYA, SAFII DATANG
----------------
Selalu hargai penulis, hanya dengan memberikan vote serta comment. Cerita ini nanti juga mengandung beberapa unsur kekerasan yang tidak patut untuk ditiru.
Follow Wattpad Safii ya karena beberapa bab bakal Safii private
So, happy reading
***
DI MOHON JANGAN SIDERS YA GENGS.
RAMEIN KOLOM KOMENTAR SETIAP PARAGRAFNYA BIAR ALBIRU UPDATENYA SERING DAN SAFII JUGA SEMANGAT BUAT UPDATE: ()
BTW, DUKUNG TERUS CERITA INI YA SAMPE TAMAT HUHU
BANTU RAMEIN, BANTU PROMOSI HIHI
TINGGALIN JEJAK KALIAN DISINI SBLM BACA. BACA KOMEN KALIAN ITU PALING MOOD!
WARNING!
50 KOMEN & 50 VOTE
KALO BELUM TEMBUS TARGET, SAFII GAK AKAN NEXT DULU 🙏🏻
***
Jendra mendelik tajam kearah Albiru ketika ia memahami kondisi Bella yang jauh dari kata baik-baik saja apalagi bagian kaki Bella yang bahkan masih dibalut dengan perban yang masih basah.
"Lo gila Al? lo nggak liat kondisi kaki Bella? Gimana bisa dia pulang dengan keadaan dia yang kayak gini."
"Bukan urusan gue." Kata cowok itu tajam kemudian membuang wajah kearah lain, seakan-akan tak sudi bersitatapan dengan Bella.
"Sial—
"Oke oke gini aja deh gimana kalau kita buat tugas bareng? mumpung tugas pun banyak jadi enaknya bikin bareng biar cepat selesai gimana?" ujar Alsaki setelah memotong ucapan Jendra dengan cepat.
Alsaki menatap sahabatnya bergantian untuk meminta persetujuan dari idenya. Kecuali Albiru, Alsaki sungguh tak berani menatap Albiru saat ini yang sedang mode binatang buas.
Wajah Tulus mendadak sumringah sekali mendengar itu. "IDE BAGUS GUE SETUJU SETUJU BANGET."
"YEAYYY YEAYYY AKHIRNYA BISA NYONTEK BEBAS." Tulus mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi keatas saking bahagianya seolah-olah tengah memenangkan trading. Raut Tulus cerah sekali dan tertawa lepas tak terkendali.
"BELAJAR SENDIRI." Teriak Jendra tak santai tepat ditelinga Tulus membuat Tulus sontak mengelus telingannya yang mendadak ingin meledak lantaran seperti terbakar. Tulus juga melayangkan tatapan sengit kearah Jendra yang tengah menatapnya dengan datar.
"Hiks hiks tas Bella kok bisa disini. Sejak kapan tas Bella b-isa ter-bang?" Dengan masih terisak-isak kecil, Bella memandangi tas pinknya yang berada di atas sofa dengan sorot mata bingung yang begitu polos bak bayi dalam kandungan. Lalu, Bella mendongak menatap Jendra, Tulus dan Alsaki menanti jawaban.
"Gue yang bawaiin." Bisik Tulus dengan suara rendah ditelinga Bella membuat Bella hanya mengangguk paham saja seperti anak kecil.
Ketika bertemu dekat dengan Bella seperti ini, Tulus sudah menyukai Bella yang sangat menggemaskan ini tapi tanpa disadari Tulus, cowok itu harus melangkahi dulu sosok Albiru yang saat ini tengah terang-terangan menghunuskan tatapan mematikan kearah Tulus yang berani sekali curi-curi kesempatan untuk dekat dengan Bella tapi Tulus tak menyadari tatapan Albiru yang mengerikan itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
ALBIRU | MY HUSBAND IS CLASS PRESIDENT
Teen Fiction⚠️PART TERBARU AKAN MUNCUL KALAU KALIAN SUDAH FOLLOW⚠️ "𝓢𝓮𝓹𝓪𝓼𝓪𝓷𝓰 𝓵𝓾𝓴𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓹𝓪𝓷𝓭𝓪𝓲 𝓶𝓮𝓷𝓾𝓽𝓾𝓹𝓲 𝓭𝓾𝓴𝓪." - 𝓢𝓪𝓯𝓲𝓻𝓪 𝓡𝓜, 𝓐𝓵𝓫𝓲𝓻𝓾 "Ah ya gue punya istri buat diajak mati bareng." "Ayang Al kenapa ngomong gitu? Kok...