BAB 21. MASA LALU KELAM

508 159 58
                                    

HALOO SEMUANYA, SAFII DATANG❤️🤣🤔🤔😢😖😘🤗😼👻💃

----------------

Hargai penulis, hanya dengan memberikan vote serta comment. Cerita ini nanti juga mengandung beberapa unsur kekerasan yang tidak patut untuk ditiru.

So, happy reading

*
*

JANGAN SIDERS YA GENGS. RAMEIN KOLOM KOMENTAR SETIAP PARAGRAFNYA JANGAN LUPA

Target ^^ bismillah 20 VOTE & 20 KOMEN (TARGETNYA MUDAH BANGET😭, UDAH PALING GAMPANG MASAK GAK BISA TEMBUS. SEDIH😭 MOGA BISA TEMBUS DAN SAFII BISA UPDATE LAGI.

DIMOHON JANGAN SIDERS YA BESTI, BIAR ALBIRU UPDATENYA SERING DAN SAFII JUGA SEMANGAT BUAT UPDATE: ()

BTW, KITA JALAN-JALAN KE MASA LALU TOKOH UTAMA DULU YA WKWK💃

****

TIGA BELAS TAHUN YANG LALU ....

Kegiatan menyapu Lucia terhenti oleh suara pintu yang mendadak terbuka, disusul kemunculan sepasang pria yang mengenakan pakaian kantor dan wanita berpakaian minim. Mereka yang saling berangkulan.

Edric Daniswara Byakta dengan selingkuhannya. Bahkan hari ini, ia kembali membawa wanita yang berbeda.

Lucia langsung menghempaskan sapu dari tangannya ke lantai dengan keras hingga menimbulkan suara yang memekik, suara yang siapa saja mendengar akan menjadi pusat perhatian. Namun hebatnya, mereka mengabaikan Lucia, menganggap Lucia tidak ada.

Lucia menghela napas kasar. Ia sama sekali tidak terkejut. Baginya, pemandangan seperti ini sudah biasa, sangat jauh dari kata langka. Sejujurnya Lucia ingin marah, namun ia menyadari bahwa sampai kapan pun, Edric tetaplah Edric dengan pernikahan mereka yang jauh dari kata normal.

Pria yang akan selalu membencinya dan menyiksanya. Pria yang tak akan pernah bisa melirik padanya, terlebih mencintainya.

Sebelum bertindak, Lucia memastikan anaknya tidak kelayapan di lingkupan ruang tamu. Ia tak ingin anaknya mendengar mereka bertengkar untuk kesekian kalinya.

Dengan penuh keberanian, Lucia pun melangkahkan kaki kearah dua sejoli yang bermesraan itu. Berdiri dihadapan mereka untuk menghadang suaminya dengan wanita murahan itu, yang hendak berjalan kearah kamar atas.

Lucia langsung memasang kekuatan untuk tubuhnya agar tidak terlihat lemah dihadapan suaminya, pria terkeji yang pernah ia kenal. Lucia sudah tak sanggup bertahan lagi, kalau pun bisa Lucia ingin mengakhirinya sekarang.

Lucia menatap keduanya dengan tatapan remeh, menilai mereka dari bawah sampai atas.

Sudut bibir Lucia mengukir senyum miring. "Oh ada baru lagi? Ternyata belum puas ya yang tadi pagi?" tekan Lucia, seraya melipat kedua tangannya di depan dada. Menatap Edric dengan tatapan tajam meskipun Lucia hampir saja menciut ketika bersitatapan dengan sepasang mata Edric yang menghunus sangat menyeramkan kearahnya.

"Ups ... kau yakin kita akan bersenang-senang di sini, sayang? Sepertinya akan ada yang menganggu kita." Wanita yang bergelayut di lengan Edric bersuara dengan manja, ia memandang Lucia dengan tatapan menghina.

Edric yang mengerti arah pembicaraan wanita tersebut mendengus kasar seraya melonggarkan dasi yang serasa mencekik di lehernya. Sudut bibirnya terangkat kemudian, membentuk seringaian kejam.

ALBIRU | MY HUSBAND IS CLASS PRESIDENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang