4

497 122 36
                                        

Membaca adalah salah satu kegiatan yang Kim Yerim sukai sejak ia masih kecil. Dulu sekali, ketika ia masih berusia 1 hingga 3 tahun, ibunya selalu membacakan dongeng untuknya kapan pun Yerim menginginkannya, entah sebelum tidur ataupun di siang bolong. Yerim suka sekali mendengar ibunya bercerita, entah kenapa tapi mendengar suara sang ibu yang sedang membaca deretan kalimat demi kalimat membuatnya amat begitu tenang disaat perasaannya gundah.

Sejak ibunya meninggal dunia, tak ada lagi yang mampu membacakan dongeng untuknya seperti yang ibunya lakukan, membuat Yerim memutuskan untuk beralih menjadi suka membaca alih-alih suka mendengar orang bercerita. Ia hampir menghabiskan seluruh harinya dengan buku di tangan dan kacamata baca, mengingat ia memang tak diizinkan untuk mengenal dunia luar dan wajib tinggal di rumah selama 24/7.

Selain itu, membaca menjadi kewajiban yang Young Dae tekankan untuk putri pertamanya, Kim Yerim. Si sulung itu sudah dijejali berbagai macam jenis buku sejak usianya menginjak 5 tahun, mulai dari buku cerita, komik, sampai segala jenis buku yang dapat meningkatkan kemampuan intelektual Yerim. Muak? Tentu saja!

Anak mana yang tidak muak kalau selalu disuap buku disaat anak seusianya bisa berlarian dan bermain dengan bebas di dunia luar?

Yerim ingin sekali merasakan apa yang tak dapat ia lakukan ketika ia kecil, main ke taman, main ayunan, piknik, atau mungkin pergi ke kebun binatang. Terdengar biasa sekali, ya? Tapi tidak untuk Yerim, bagi gadis itu, semua yang ia impikan sejak kecil begitu istimewa. Bahkan di usianya yang ke 25 tahun ini, Yerim belum pernah merasakan itu semua.

Seperti hari ini dan hari-hari sebelumnya, Yerim menghabiskan waktunya dengan membaca buku di sofa dekat jendela, membuka jendela agar udara dapat masuk dan menemaninya membaca buku novel romance yang baru ia buka.

Ketika Yerim telah mencapai halaman 32, suara ketukan pintu membuat Yerim menyelipkan pembatas buku di novelnya sebelum menutup buku dan berkata dengan sedikit keras, "Masuk!"

Ia pikir itu Jinae, tapi Yerim salah. Gadis itu bahkan sampai berdiri dari duduknya ketika matanya menangkap sosok yang sudah 5 hari tak ia temui, itu Jeon Jungkook.

"Kupikir ibu," Gumam Yerim yang masih bisa di dengar Jungkook.

Seperti biasa, pria itu mengulum senyum tengil yang membuat Yerim sedikit tak nyaman.

"5 hari tak bertemu. Apa kabar, Katie Kim?" Tanyanya sambil menutup pintu kamar Yerim.

"Baik. Kenapa kau pergi lama sekali, Jeon?" Tanya Yerim dengan nada tak suka. Ia tidak suka tak ada Jungkook disini karena ia jadi menganggur dan bosan setengah mati.

Kalau ada Jungkook 'kan ia bisa diajak ke peternakan.

Jungkook cukup terkejut mendengar pertanyaan itu keluar dari bibir Yerim, "Apa mungkin kau merindukanku, Kim?"

Yerim langsung memasang wajah tak percaya dan tersenyum jengah, "Sinting!"

Sedang si pria hanya terkekeh, senang sekali rasanya kalau Yerim sudah marah begitu, "Kau sedang apa?"

"Membaca," Jawabnya, melangkah menuju rak buku kecil di atas meja dan meletakkan bukunya disana.

"Kau suka membaca?"

Yerim mengangguk.

"Hanya suka, suka, atau sangat suka?" Tanya Jungkook dengan tengil. Lagi.

Pria itu memang suka sekali membuat Yerim kesal.

Yerim mengernyit dan menatap Jungkook tak suka, "Jangan menyebalkan, Jeon!"

Jungkook tertawa, entah mengapa tapi melihat Yerim kesal karenanya menjadi kesenangan tersendiri bagi Jungkook.

ForelsketTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang