{𝐟𝐞𝐚𝐭𝐮𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐉𝐮𝐧𝐠𝐤𝐨𝐨𝐤 𝐚𝐧𝐝 𝐘𝐞𝐫𝐢}
𝑭𝒐𝒓𝒆𝒍𝒔𝒌𝒆𝒕
(𝒏.) 𝑻𝒉𝒆 𝒆𝒖𝒑𝒉𝒐𝒓𝒊𝒂 𝒚𝒐𝒖 𝒆𝒙𝒑𝒆𝒓𝒊𝒆𝒏𝒄𝒆 𝒘𝒉𝒆𝒏 𝒚𝒐𝒖 𝒂𝒓𝒆 𝒇𝒊𝒓𝒔𝒕 𝒇𝒂𝒍𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒊𝒏 𝒍𝒐𝒗𝒆
.
.
Setelah membuat salah satu rahasia keluarga Kim ter...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kehilangan akan selalu jadi part paling sulit dalam hidup. Kita tak akan pernah siap dengan yang namanya kehilangan, walaupun telah dipersiapkan sebelumnya sekali pun. Namun, pada akhirnya, kita hanya perlu memaksa kaki untuk kembali melangkah, mendongakkan kepala lagi, dan membangkitkan lagi tubuh yang sempat terpuruk.
Kita harus terus melanjutkan hidup.
Lagipula, bumi tak akan merayakan kesedihan kita. Bumi tak akan berhenti berputar hanya karena kesedihan seseorang.
Kira-kira, begitulah kalimat yang pernah Yerim baca pada salah satu buku favoritnya yang ia baca musim panas ini. Karena memang tak ada kegiatan yang memaksanya untuk berdiri dari ranjang setelah ia memutuskan untuk menikah dengan Lee Noah.
Ya, ia menikah dengan Lee Noah pada musim semi tak jauh dari awal tahun ini.
Seperti yang tertulis pada salah satu buku favoritnya, hidup harus terus berjalan walau kita sangat terpuruk sekali pun, karena dunia tak akan merayakan kesedihan kita, berlarut dalam kesedihan hanya akan merugikan diri kita sendiri. Jadi, walaupun ia merasa seakan ingin berhenti melanjutkan hidup, ia terus memaksa diri untuk tetap melanjutkan hidup.
Hah, lagipula kenapa ia dulu bisa seputus asa itu hanya karena ditinggal menikah oleh pria brengsek yang entah kini berstatus apa untuknya. Mantan pacar? Entahlah.
Yah, tapi Yerim tak mau membohongi dirinya dan perasaannya sendiri, berpisah dengan Jungkook sangat menyakitkan, tetapi mendapat kabar bahwa Jungkook telah menikah dengan perempuan lain lebih menyakitkan baginya. Yerim tak bisa mendeskripsikan perasaannya kala itu, hanya satu yang Yerim bisa simpulkan, ia hancur, benar-benar hancur.
Itu tak berlebihan, sungguh! Coba saja merasakan ditinggal kekasih menikah dengan perempuan lain, maka kalian pasti bisa mengerti bagaimana perasaan Yerim.
Baiklah, mari meninggalkan topik tentang Jungkook yang mungkin saja sebenarnya sampai Yerim mati tak akan bisa hilang dari benak perempuan itu. Seperti yang sudah ia katakan pada Noah, Jungkook tak akan bisa pergi darinya, Jungkook akan selalu hidup dalam diri Yerim, selamanya akan begitu.
But, lagi-lagi! Hidup harus terus berjalan walau ia sudah ditinggal menikah. Ia tak bisa terus berdiam diri.
Hidup itu bagaikan berenang, jika kita terus diam, kita akan tenggelam. Jadi, kita harus terus bergerak.
"Hai, bisa tolong buatkan makan siang untukku?"
Yerim menutup satu dari sekian banyak buku yang ingin ia tamatkan sebelum musim panas ini berakhir, kemudian ia mengangguk pada Noah yang kepalanya muncul dari pintu kamar mandi.