5

510 117 58
                                        

"Sapi-sapi yang ini usianya telah memasuki 40 hari!"

Jungkook berkata sembari menarik sekat yang menjadi penghalang bagi satu sama lain hewan ternak itu, "Sudah saatnya mereka melalui proses sosialisasi. Mereka akan dikenalkan dengan sesamanya yang umurnya 40 hari juga. Kita mulai dengan sapi yang berwarna hitam dan cokelat ini dulu!" Lanjut Jungkook setelah membuka sekat dan membiarkan 2 ekor anak sapi bersosialisasi setelah sekian lama dibiarkan hidup tanpa berkelompok.

"Bagaimana cara mereka bersosialisasi, Jeon? Apa mereka berkenalan juga seperti kita?" Tanya Yerim penasaran, matanya gencar mengamati sapi-sapi itu, penasaran tentang bagaimana mereka bersosialisasi.

"Mereka berinteraksi melalui ciuman," Jawab Jungkook sembari menatap Yerim penuh tatapan menggoda, ia suka menggoda gadis itu.

Mendengar jawaban Jungkook cukup membuat Yerim menelan ludahnya sendiri, dengan sungkan gadis itu melirik Jungkook sekilas, "C-Ciuman bagaimana maksudmu?"

Jungkook tergelak,"Maksudku penciuman, Kim!"

Seketika Yerim melotot, ingin sekali melayangkan kepalan tangannya pada lengan Jungkook yang sialan berotot itu, "Jangan bercanda!"

"Well, maafkan aku! Jadi, apa lagi yang ingin kau ketahui?"

Yerim menghembuskan napas dan menggeleng, ia pun juga bingung apa yang harus ia tanyakan pada Jungkook.

"Ah, benar! Ada sebuah informasi yang harus kau ketahui, Kim. Sapi ternak yang sudah siap bersosialisasi dipilih berdasarkan ukuran dan berat yang sama agar tak ada bullying!" Jelas Jungkook.

Yerim memicing menatap Jungkook, "Jangan bercanda kalau yang kau katakan barusan itu candaan, Jeon!"

"Astaga, aku serius, Kim!"

Mata Yerim membola kecil, cukup terkejut akan fakta bahwa dalam dunia hewan pun ada kasus bullying, "Bagaimana bullying dalam dunia hewan?"

"Saling menyakiti. Kalau proses sosialisasi yang baru kita laksanakan tidak membuat para anak sapi saling menyakiti, maka kita bisa menyimpulkan bahwa proses sosialisasi berhasil!"

Yerim langsung melangkah cukup dekat dengan pagar kandang, "Blacky dan Brownie, kalian harus baik satu sama lain! Tak boleh saling menyakiti."

Hal itu tak urung membuat Jungkook tersenyum gemas pada Yerim yang bertingkah layaknya memberi nasihat pada anak manusia, "Ukuran dan berat mereka sama, kecil kemungkinan bagi mereka untuk saling menyakiti!" Kata Jungkook.

"Tak ada yang tahu. Bisa saja walaupun ukuran dan berat mereka sama, mereka masih saling menyakiti!"

Jungkook mengangguk, "Aku juga tak bilang mereka tak akan saling menyakiti, aku bilang kecil kemungkinan mereka untuk saling menyakiti, tapi masih ada kesempatan bagi mereka untuk saling menyakiti kalau tidak cocok satu sama lain. Ayo, kita tinggalkan Blacky dan Brownie! Omong-omong, Blacky dan Brownie adalah nama yang bagus, Kim!"

Yerim menyunggingkan senyuman kecil saat langkahnya telah beriringan dengan langkah Jungkook, "Aku suka memberi nama hewan dan tumbuhan."

"Kau punya hewan peliharaan juga di Seoul?"

Yerim mengangguk semangat, "Punya! Tapi semuanya milik ayah, ada kuda, beberapa burung, dan anjing!"

"Hewan mana yang paling kau sukai?"

Yerim mengernyit sekilas untuk berpikir, "Uhm-- mungkin kuda?" Tanyanya tak yakin sambil mengerdikkan bahu, "Entahlah, sebenarnya aku tak menyukai hewan yang berbulu, mereka membuatku takut!"

"Takut? Kenapa takut?"

"Punggung mereka menggelikan, maksudku-- di punggung mereka ada sesuatu yang seperti jelly atau apalah itu aku tak bisa mendeskripsikan, intinya aku tak suka!"

ForelsketTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang