22 : LEONARD PUTRA PRATAMA [1]

424 15 0
                                        

Bandung, September 2018

"Bang Leo! Hari ini masak telor sapi?" Tanya Lea, gadis itu berlarian kecil dari atas tangga.

"Lea, yang bener mah telor mata sapi atuh." Pria bernama Leo itu, menceramahi adiknya.

"Iya, maksudna teh itu!" Balas Lea, malas berurusan dengan ocehan pagi pagi Leo.

Lea memakan telur mata sapinya dengan lahap. Jika ditanya kemana orang tua mereka? Jawabannya tidak ada. Sejak umur 15 tahun, tepatnya kelas 2 SMP Lea juga Leo sudah tinggal sendiri.

Bandung, Maret 2016 [ flashback on ]

Malam itu begitu dingin, Leo juga Lea sedang berada di kamarnya menyeruput susu hangat juga memakan beberapa camilan yang disiapkan pembantu rumah tangga mereka.

Prang!

Suaranya begitu nyaring, membuat kedua anak kembar itu menoleh secara bersamaan. Leo meminta Lea untuk diam dan membiarkan dirinya saja yang mengintip ke arah luar.

"AKU MAU CERAI! AKU NGGAK TAHAN HIDUP SAMA KAMU LAGI! PERGI DARI HIDUP KU! BAWA ANAK-ANAK MU ITU!" Teriak Papa kembar, Aditama.

"A-apa? Anak ku? Cih, siapa juga yang mau memiliki anak! Mereka itu hanya kesalahan yang kita perbuat dan akhirnya menikah dengan terpaksa kan?" Ujar Mama kembar, Rani.

"Jadi kamu mau bilang kalo selama ini kamu sama sekali nggak bahagia hidup dengan keluarga kecil kita dan terpaksa menjalani kehidupan rumah tangga ini bersamaku?!" Teriak Aditama, melempar vas bunga kesayangan Rani.

Plak!

"GILA KAMU! Itu vas bunga mahal!" Teriaknya menampar wajah mulus pria yang berstatus sebagai suaminya.

"Lagian kamu beli ini dengan uang aku kan?! Aku tidak mau tahu, angkat kaki dari rumah ini sekarang dan bawa anak-anak sial itu!"

Leo menutupi telinga Lea rapat-rapat. Anak remaja yang seharusnya masih diperhatikan oleh orang tuanya malah mendapat perkataan yang begitu menyayat hatinya.

Lea yang tidak mengerti apa-apa hanya berusaha melepaskan tangan kakaknya -Leo- agar menjauh darinya.

"Hsyutt! Ada hantu Lea, di depan." Bisik Leo, membuat adiknya itu bergidik ngeri.

"Hah? Abang pasti bohong." Liriknya, tajam.

"Beneran, tu hantu lagi mau putus sama pacarnya." Ucap Leo lagi.

"Bohong! Orang jelas-jelas aku denger suara Papa sama Mama kok!" Lea memberontak, berjalan membuka pintu kamarnya menuju ruang tengah -tempat keributan itu berlangsung- Leo yang melihat itu langsung menyusul adiknya.

"MEREKA ITU HANYA ANAK HARAM YANG KELAHIRANNYA TIDAK PERNAH DIINGINKAN SIAPAPUN!" Teriak Aditama keras, membuat Lea juga Leo mematung secara bersamaan.

"Anak ha-haram?" Lea hampir terhuyung ke lantai jika saja Leo tidak sigap menangkapnya.

"Bang, kita anak haram?" Tanya Lea mendongak ke arah pria yang lebih tinggi darinya.

Leo bingung harus menjawab apa, pria itu hanya menunduk dalam. Membuat Lea, meneteskan air matanya. Pantas saja selama ini tidak ada yang peduli pada keduanya. Rupanya, mereka HANYA anak HARAM.

Kedua orang tua mereka menyadari kehadiran anak kembar mereka. Keduanya menatap datar, berjalan mendekat.

"Kalian udah besar, bisa kan tinggal sendiri?" Tanya Rani, diangguki oleh Aditama.

"Maksud Mama?" Tanya Lea, otaknya masih mencerna apa yang barusan ia dengar.

"Papa Mama mau cerai, pasangan baru kami nggak bisa nerima kalian. Tapi sebagai orang tua dari kalian, kami akan selalu menjamin hidup kalian dengan baik. Mau itu Papa atau Mama, pasti akan kasih kalian uang bulanan. Rumah ini buat kalian, apapun yang kalian mau sebutin aja Papa Mama bisa beliin apa aja. Segitu harusnya cukup dong buat nunjukin kepedulian kita?" Jelas Aditama, membuat Lea meneteskan air matanya deras.

"Peduli? PAPA MAMA MIKIR NGGAK SIH KALO KITA ITU MASIH BUTUH KALIAN?!" Teriak Lea, menghapus air matanya kasar.

"Ma, Pa. Leo pikir kalimat tersakit yang bakalan Leo denger adalah 'kamu mau ikut Mama atau Papa?' Tapi nyatanya kalian bahkan nggak ada yang mau mengakui kami sebagai anak kalian, haha. Leo sama Lea bisa kok tinggal sendiri, terserah apa Mama sama Papa mau nikah lagi lagian dari awal kalian juga nggak mau kita ada kan?" Leo berucap, Lea langsung menatap pria itu tak percaya.

"Bagus, sebenarnya kamu pintar Leo. Oke, Mama sama Papa akan pindah besok. Sekarang kalian istirahat, tidur yang nyenyak. Selamat malam," Ujar Rani, tanpa merasa bersalah sedikitpun.

"Bang.." Leo memeluk gadis itu erat.

Bandung, 30 September 2018 [flashback off]

"Lea, besok ulang tahun kamu. Mau abang hadiahin apa?" Tanya Leo, menatap adik kecilnya dengan hangat.

"Ga mau kado, mau waktu abang aja. Kita quality time gitu, seru kayaknya. Lagian yang ulang tahun kan kita berdua." Jawab Lea, tersenyum lebar Leo gemas dibuatnya.

Mengusap rambut Lea kasar. "Lea sebenernya umur berapa sih? Lucu pisan." Ujarnya, yang kini mendapat tatapan sinis dari Lea.

"Rambut Lea jadi berantakan lagi!! Males ke sekolah ih kalo gini mah." Gadis itu mengerucutkan bibirnya.

"Yaudah, nggak usah. Abang juga males, gimana kalo kita beli martabak telornya Kang Aan?" Lea mengangguk antusias.

"Tapi hari ini aja ya, jangan lagi-lagi. Oke Lea?" Sambung Leo.

"Ay ay captain Leo!!" Terkekeh.

Ditengah ramainya kota Bandung pagi itu, Lea merasa sebagai orang paling beruntung memiliki Leo disampingnya. Dengan menaiki sepeda motor yang baru saja Leo beli dengan uang tabungannya, Lea bersenandung kecil.

"Lomba nyanyi kamu kapan lagi, Le?" Tanya Leo ditengah-tengah lirik lagu yang sedang Lea nyanyikan.

"Belum ada, mungkin bulan depan?" Gumam gadis itu tidak yakin.

Leo hanya mengangguk mengerti. Keduanya berjalan mengelilingi kota Bandung. Berhenti di tempat-tempat favorit, dan tokoh utama hari ini adalah martabak Kang Aan, yang menurut Leo juga Lea martabak terbaik dari martabak manapun.

"Kang! Kasih tau Lea atuh, resep martabakna. Kok bisa enak pisan?" Tanya Lea, memakan martabak telornya dengan lahap.

"Rahasia neng, resepna." Goda Kang Aan, membuat Lea mengerucutkan bibirnya lagi untuk kesekian kalinya.

Leo hanya tertawa melihat adiknya yang bertingkah seperti anak kecil. Setelah menghabiskan martabak, keduanya kembali ke rumah. Mengingat, matahari juga akan segera terbenam.

Tidak disangka, jalan-jalannya akan memakan waktu selama ini. Setelah sampai dirumah, keduanya membersihkan diri, mengerjakan tugas dan agenda lainnya. Lalu, mereka tutupi kegiatan mereka hari ini dengan terlelap dengan nyenyak.

tbc.

SEKILAS INFO !! Ini part Leo belum selesai ya, nanti lanjut part 2 nya sabtu depan. sengaja ku buat part tersendiri aja buat masa lalu si Lea (Yona) ini biar ga bingung, eheh.

mampir ke sc yuk!! link di bio ya, vote komen nya juga ditunggu supaya aku makin semangat update!! follow supaya nggak ketinggalan info apapun dari aku.

okay, see you on the next part!!🐙💗

ANTARIKSA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang